Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN – Sebuah konser yang bukan sekadar konser biasa, namun sebuah bentuk baru dari pertunjukan yang menjanjikan pengalaman musikal yang lebih intim, dan penuh kesaksian hidup. Bakal dipersembahkan oleh Sawung Jabo seorang musisi legendaris kitab panutan banyak musisi bersama kelompok musik Sirkus Barock pada 16 November 2025 di Embung Giwangan, Graha Budaya, Taman Budaya Kota Yogyakarta, pukul 19.30 WIB. pertunjukan ini bertajuk Kesaksian Jalanan
Konser yang merupakan refleksi perjalanan 49 tahun karya dan music Sawung Jabo bersama Sirkus Barock dan Swami. Sebuah kesaksian hidup, Jabo dan Sirkus Barock dengan membawakan 18 lagu pilihan dari album perdana "Anak Setan" hingga karya-karya terbaru, termasuk beberapa lagu dari grup Swami yang didirikan Jabo bersama Iwan Fals pada 1989. Sebuah konser yang menjadi bagian dari rangkaian menuju perayaan 50 tahun perjalanan musikal Jabo yang akan jatuh pada Mei 2026. “Jangan berhenti berkarya!” seru Jabo, menegaskan semangatnya yang tak pernah padam sejak mendirikan Sirkus Barock pada 1976 di Yogyakarta, Minggu (09/11/2025). Konser Kesaksian Jalanan diselenggarakan oleh Lingkaran ACP Kreatif.
Pementasan Kesaksian Jalanan akan menghadirkan format berbeda dari konser konser sebelumnya, konser kali ini akan lebih interaktif, lebih dekat dan menyentuh. “Kami ingin menciptakan ruang yang lebih cair antara pemain dan penonton. Ada interaksi, ada kedekatan, bukan hanya secara fisik, tapi juga batin dan pikiran,” ungkap Ucok yang juga berstatus management Sirkus Barock. Formasi musisi yang akan tampil dalam konser ini antara lain Sawung Jabo, Suzan Piper, Toto Tewel, Rere Grassrock, Ucok Hutabarat, Kasinungan Hanggarjito, Denny Dumbo, Ruben Kayon, Jaka Prasetyo, dan Sandrina Malakiano. Untuk persiapan konser menuju 50 tahun Sirkus Barock ini mereka telah menjalani latihan intensif selama hampir satu bulan di Joglo Jago, Gono Art Studio, Wirosaban, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta. Konser Kesaksian Jalanan menjadi momentum reflektif sekaligus selebrasi atas dedikasi Jabo dan Sirkus Barock dalam merawat semangat kebebasan berekspresi, kritik sosial, dan cinta pada budaya. "Setiap lagu bukan sekadar nyanyian, tapi kesaksian. Ada cerita, ada luka, ada perjalanan hidup yang kami bawa ke atas panggung," ujar salah satu anggota senior yang telah bergabung sejak 1978. Bagi para penikmat musik dan pencinta karya-karya Jabo, konser ini adalah ajakan untuk merawat semangat kebebasan berekspresi dengan menyaksikan langsung perjalanan musikal yang penuh warna dan makna.
Judul Kesaksian Jalanan ini bukan sekadar nama. Buat Jabo, nama itu penting. “Sebagai rakyat Indonesia, saya merasa sedang berada di tengah kekacauan yang tak kunjung reda. Ribut di mana-mana. Pemecatan, pemilihan Presiden yang terasa janggal, dan kekuasaan yang seolah hanya milik segelintir orang, rakyat hanya bisa mendengar dan menerima kenyataan, suka atau tidak suka. tapi saya percaya, kita punya hak untuk menyampaikan apa yang kita lihat dan rasakan,” ujar Jabo. Jabo juga mengungkapkan, ia ingin bicara dari dalam. Dari apa yang dia saya lihat di jalan, dari apa yang dia renungkan. “Kadang opini kita dianggap ngawur, tapi saya tetap percaya: saya punya hak untuk beropini. Dan inilah bentuk kesejahteraan kami, kesejahteraan dalam berbicara, dalam menyampaikan isi hati,” tegasnya.
Sawung Jabo, yang lahir di Surabaya pada 4 Mei 1951, mendirikan grup Barock di Yogyakarta pada 1976. Formasi awalnya merupakan gabungan dari KAAS (Keluarga Arek-Arek Suroboyo), mahasiswa Akademi Musik Indonesia (AMI), dan Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI). Mereka aktif tampil di berbagai panggung kampus dan ruang budaya di Yogyakarta, termasuk Purna Budaya UGM.
Memasuki era 1980-an, Jabo pindah ke Jakarta bersama istri dan anak pertamanya. Nama grup kemudian berubah menjadi Sirkus Barock dan mulai menggelar konser tahunan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, selama hampir satu dekade. Album perdana Anak Setan dirilis pada 1986 dengan formasi yang mencakup Jabo, Suzan Piper, Buche Cheking, Lely Lai, dan Bujel. Sejak itu, Sirkus Barock telah merilis lebih dari 15 album yang memperkaya khazanah musik alternatif Indonesia.