Bank Bengkulu Salurkan Dana CSR ke Masjid Raya Baitul Izzah

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Kamis, 28 Maret 2024 | 10:15 WIB
Komisaris Bank Bengkulu, Supratman menyerahkan bantuan dana CSR kepada Ketua Masjid Raya Baitul Izzah, Kota Bengkulu, Dani Hamdani.(Foto/Pemprov Bengkulu)
Komisaris Bank Bengkulu, Supratman menyerahkan bantuan dana CSR kepada Ketua Masjid Raya Baitul Izzah, Kota Bengkulu, Dani Hamdani.(Foto/Pemprov Bengkulu)

Bengkulu,suarapembaruan.news- Bank Bengkulu merupakan BUMD terbesar Pemprov Bengkulu menyalurkan dana CSR berupa alat pengisap debu kepada pengurus Masjid Raya Baitul Izzah, Padang Harapan, Kota Bengkulu.

Bantuan tersebut, diserahkan oleh salah seorang Komisaris Bank Bengkulu kepada Ketua Masjid Raya Baitul Izzah, Kota Bengkulu pada acara peringatan Nuzulul Qur'an 1445 Hijriyah, bertempat di Masjid Raya Baitul Izzah, Kota Bengkulu, Rabu (27/3/2024).

Asisten I Pemprov Bengkulu Khairil Anwar mengatakan, Nuzulul Qur'an merupakan peristiwa turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW yang terjadi pada malam 17 Ramadan.

Baca Juga: OJK Luncurkan Penyempurnaan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia

Ini merupakan proses turunnya ayat Al-Qur'an dalam menyempurnakan ajaran Islam sebagai petunjuk bagi umat manusia. Pemprov bekerja sama dengan Bank Bengkulu pada acara ini memberikan bantuan berupa alat penghisab debu kepada pengurus masjid Baitul Raya Izzah Bengkulu.

"Kami berharap, peringatan ini tidak sekadar seremonial saja, melainkan dapat membumikan Al-Qur'an kepada diri sendiri, masyarakat serta dapat mengimplementasikan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," kata Khairil.

Ia mengatakan, peringatan Nuzulul Qur'an ini juga sejalan dengan program Gubernur Bengkulu, yakni berantas buta huruf di kalangan ASN Pemprov setempat untuk meningkatkan kecakapan baca Al-Qur'an.

Baca Juga: Camkoha Market Diharapkan Dapat Tingkatkan UMKM Bengkulu

Karena Al-Qur'an sebagai penerang dan peringatan sekaligus mengamalkan isi Al-Qur'an untuk memperbaiki kehidupan. "Perlu kita membaca, mengamalkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari mengingat dalam Al-Qur'an segala aspek kehidupan," ujarnya.

Selain itu, juga menjadi penghubung, pengingat dan pembelajaran. Apalagi sejalan dengan program gubernur yakni berantas buta huruf Al-Qur'an,

Ustad Irham Hasyim, dalam ceramahnya mengatakan, perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur'an seperti buah utrujah yang memiliki wangi yang sedap dan rasa yang manis.

Baca Juga: Sektor Pertanian Kontribusi Terbesar Perekonomian Jateng

Sedangkan perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an ibarat buah tamar (kurma) yang tidak memiliki bau namun rasanya manis.

"Adapun perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Qur'an ibarat buah raihanah yang memiliki wangi yang sedap tapi rasanya pahit. Perumpamaan seorang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an ibarat buah handzhalah yang tidak memiliki bau dan rasanya pahit," ujar Ustad Irham.(*)

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X