Pasca-banjir, pihaknya mengerahkan personel untuk membersihkan permukiman yang terdampak banjir. Termasuk menyediakan bantuan air bersih untuk keperluan mandi cuci kakus (MCK).
Baca Juga: 4 Pasangan Tidak Resmi Terjaring Operasi Pekat Polres Tegal Kota
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, monitor dan pelayanan kesehatan pasca-banjir akan dilakukan secara maksimal.
"Pasca-banjir ini nanti ada penyakit-penyakit yang timbul, nanti ada penyakit kulit, leptosirosis, diare, Dinas Kesehatan Kota Semarang nanti akan memonitor," katanya.
Pihaknya juga telah menginstruksikan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang untuk melakukan pembersihan lumpur yang terbawa banjir di pemukiman warga.
Baca Juga: Minat Masyarakat Semakin Tinggi Terhadap Pegadaian di Bulan Ramadhan Sampai Menjelang Lebaran
Termasuk penyediaan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal, DPU Kota Semarang, dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang serta instansi lainnya.
"Air bersih dari PDAM, DPU, Perkim, Kementerian Sosial, dan Brimob serta bantuan dari masyarakat seperti selimut, popok, pembalut, dan obat-obatan," katanya.*
Artikel Terkait
1.040 Pengungsi Banjir di Kudus Tersebar di 15 Lokasi Pengungsian
Penanganan Banjir dan Pascabanjir, Pemkot Semarang Gandeng Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana
Apresiasi Positif Penanganan Banjir di Kota Semarang, Kepala BNPB: Kawasan Trimulyo Masih Banjir Karena Lebih Rendah dari Sungai
Pj Gubernur Jateng Serahkan Bantuan Senilai Rp293 Juta Lebih untuk Korban Banjir Grobogan
Normalisasi Kali Tenggang Jadi Solusi Banjir di Kaligawe-Genuk