Potensi Wisata, Kawasan Mangrove Pantai Timur Jambi Harus Dilestarikan

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Senin, 18 Maret 2024 | 21:49 WIB
Menparekraf Sandiago (kanan) dan Gubernur Jambi Al Haris menanam bibit mangrove di wisata mangrove Pangkalbabu, Kualatungkal, Kabupaten Tanjang Jabung Barat, Jambi.( Foto/Biro Informasi Kemenparekraf)
Menparekraf Sandiago (kanan) dan Gubernur Jambi Al Haris menanam bibit mangrove di wisata mangrove Pangkalbabu, Kualatungkal, Kabupaten Tanjang Jabung Barat, Jambi.( Foto/Biro Informasi Kemenparekraf)

Jambi, suarapembaruan.news –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) diminta melakukan upaya-upaya pelestarian mangrove (hutan bakau) di kawasan pantai Timur Jambi.

Hal itu penting karena kawasan mangrove tersebut memiliki kekayaan wisata dan fungsi lingkungan hidup. Permintaan itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), H Sandiaga Uno ketika mengunjungi kawasan Wisata Mangrove Pangkalbabu, Kota Kualatungkal, Tanjabbar, Minggu (17/3/2024).

Kunjungan ke kawasan wisata mangrove tersebut merupakan rangkaian “Kelana Nusantara” Kementerian Ekonomi dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ke Provinsi Jambi. Kunjungan ke wisata kawasan mangrove tersebut turut diikuti Gubernur Jambi, Dr H Al Haris, SSos, MH.

Sedangkan Tim Kelana Nusantara Kemenparekraf yang turut dalam kunjungan itu, Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf (Baparekraf), Hariyanto, Direktur Pengembangan Destinasi Regional I Kemenparekraf (Baparekraf), Sri Utari Widyastuti, Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf (Baparekraf), Oneng Setya Harini, Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani.

Menurut Sandiaga Uno, kawasan Wisata Mangrove Pangkalanbabu, Kota Kualatungkal merupakan salah satu pilihan destinasi (objek) wisata alam di Jambi, khususnya di Tanjabbar.

Kawasan Wisata Mangrove Pangkalbabu tersebut juga penting dari aspek lingkungan, yakni menekan jumlah emisi karbon dan menyerap kandungan logam berbahaya di kawasan perairan di Tanjabbar.

Dikatakan, hal–hal yang masih perlu dibenahi di objek wisata mangrove tersebut, yakni sarana angkutan wisata, akomodasi dan kelestarian mangrove itu sendiri.

Destinasi wisata tersebut perlu dibenahi agar semakin dilirik wisatawan. “Keterbatasan aksesibilitas dan transportasi ke kawasan wisata mangrove ini harus dilengkapi agar semakin mudah diakses wisatawan. Objek wisata ini perlu dikelola lebih profesional guna membangkitkan ekonomi masyarakat Kualatungkal, Tanjabbar,”katanya.

Sandiaga Uno mengharapkan ekosistem di kawasan Wisata Mangrove Pangkalbabu tersebut dijaga keasriannya. Tugas tersebut diemban stakeholder (pemangku kepentingan) dan masyarakat setempat.

Masyarakat Kualatungkal juga harus senantiasa memperhartikan kelestarian dan  keberlanjutan lingkungan kawasan mangrove tersebut melalui penghijauan.

"Saya harapkan kawasan wisata ini dipertahankan ekosistem dan ekowisatanya. Hal itu penting untuk kehidupan kita yang lebih baik di masa mendatang, khususnya generasi muda kita,"katanya.

Event Wisata

Kelana Nusantara Kemenparekraf tersebut juga dirangkai dengan kegiatan mengunjungi dan dialog dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Jambi, Minggu (17/3/2024) pagi.

Pada kesempatan itu Sandiaga Uno mengatakan, Kemenparekraf terus mendorong penguatan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatrif (parekraf) di Jambi dengan menghadirkan Kelana Nusantara.

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X