Semarang, suarapembaruan.news- Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, sebanyak 158.137 jiwa terdampak banjir akibat cuaca ekstrem yang terjadi tiga hari terakhir ini.
Jumlah itu tersebar di enam kecamatan. Di antaranya Kecamatan Genuk, Kecamatan Gayamsari, Kecamatan Pedurungan, Kecamatan Semarang Utara, Kecamatan Semarang Timur, dan Kecamatan Tugu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pun melakukan kerja cepat dalam penanganan bencana banjir. Selain evakuasi warga terdampak, pendirian dapur umum, hingga pendistribusian logistik pun dilakukan.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, pendistribusian logistik telah dilakukan sejak hari pertama, Kamis (14/3/2024).
Sejak bencana banjir melanda, Mbak Ita telah berkomunikasi dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Penjabat (Pj) Gubernur Jateng, Nana Sudjana.
"Setidaknya sebanyak 20.000 nasi bungkus terdistribusi ke sejumlah daerah terdampak," kata Mbak Ita, Jumat (15/3).
Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kota Semarang, Rahayuningsih menambahkan,
pemberian makanan siap santap untuk sahur dan buka puasa itu, juga didistribusikan satu pintu melalui kecamatan-kecamatan.
"Hari pertama kami distribusikan makanan siap santap untuk sahur dan buka puasa sekitar 8.000 nasi bungkus, kalau hari kedua ini totalnya bisa mencapai 20.000 nasi bungkus," kata Rahayuningsih.
Selain itu juga ada bantuan sembako, seperti mi instan, beras, minyak goreng, air mineral, telur, dan sayur mayur. Lalu ada pula popok bayi dan dewasa, selimut, pakaian pantas pakai, hingga obat-obatan.
Pada hari kedua ini, pendirian dapur umum tak hanya berada di Balai Kota Semarang. Sejumlah kecamatan yang terdampak juga telah mendirikan, seperti di Kantor Kecamatan Semarang Utara, Kantor Kecamatan Gayamsari, Universitas Semarang (USM), dan Kantor Kecamatan Genuk.
"Jadi kecamatan yang ada dapur umumnya kami suplai bahan pokoknya. Itu kami bagikan untuk beberapa kecamatan yang terdampak. Kami ada WhatApps Grup peduli bencana, dari sana tiap lurah dan camat memberikan data, jadi sesuai permintaan dan agar tidak mubazir," kata Rahayuningsih.
Pihaknya berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) Semarang, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), maupun Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mendistribusikan logistik permakanan dan obat-obatan menggunakan perahu karet.
Artikel Terkait
6 Daerah Terandam Banjir, Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Pangan dan Terjunkan Tagana
Banjir di Kelurahan Kuningan Semarang, 154 Warga Terdampak, 12 Diungsikan
Pemkot Semarang Bangun 5 Pos Dapur Umum dan Fokus Evakuasi Warga Terdampak Banjir
Terdampak Banjir, RSI Sultan Agung Beri Perpanjangan Pasien Rawat Inap
Ibu dan Anak Jadi Korban Meninggal Akibat Terseret Banjir di Kabupaten Pekalongan