Pemkot Semarang Bangun 5 Pos Dapur Umum dan Fokus Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 15 Maret 2024 | 07:01 WIB
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau banjir di Kaligawe, Kamis (14/3).
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau banjir di Kaligawe, Kamis (14/3).

Semarang, suarapembaruan.news - Pemerintah Kota Semarang telah membangun Pos Dapur Umum di lima lokasi, untuk melayani kebutuhan makan bagi warga terdampak banjir.

Dapur umum induk ditempatkan di Balai Kota Semarang, dan lainnya berada di Kecamatan Semarang Utara, Kecamatan Gayamsari, Universitas Semarang (USM), dan Kecamatan Genuk.

"Kami juga menyuplai makanan siap saji, di antaranya kemudian juga ada roti, dan air minum," ungkap Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, saat evakusi warga terdampak banjir, Kamis (14/3).

Pihaknya juga tengah berkomunikasi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Nana Sudjana dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, untuk proses penanganan korban banjir.

"Semoga bantuan-bantuan juga bisa segera dikirimkan ke Kota Semarang," ujarnya.

Pihaknya belum bisa memberikan data berapa banyak masyarakat yang terdampak.

Kendati begitu, setidaknya ada enam kecamatan yang terdampak, Kecamatan Gayamsari, Kecamatan Genuk, Kecamatan Pedurungan, Kecamatan Semarang Utara, dan Kecamatan Tugu.

Selain itu, Mbak Ita memastikan pompa-pompa telah dioptimalkan, baik milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Termasuk menambah pompa portabel yang ditempatkan di sejumlah titik banjir.

Pihaknya juga fokus melakukan upaya evakuasi korban banjir. Dia memimpin langsung jalannya evakuasi masyarakat terdampak.

"Sementara evakuasi 12 orang di Taman Hasanudin, Kuningan, 15 orang di Kecamatan Gayamsari. Lalu di sekitar kampus USM ada 100-an orang dari Tlogosari dan Muktiharjo," kata Mbak Ita.

Mbak Ita mengatakan, mayoritas masyarakat yang terdampak, enggan dievakuasi atau diungsikan. Mereka memilih bertahan di rumahnya masing-masing dengan alasan menjaga barang berharga.

Termasuk pula kondisi genangan air tak terlalu dalam, dan rumah mereka berlantai dua. Tak sedikit pula, para warga memilih mengungsi di rumah kerabatnya yang tak terdampak banjir.

Kendati begitu, pihaknya memastikan Basarnas bersama TNI-Polri, PMI dan sukarelawan kebencanaan bersiapsiaga penuh untuk melakukan evakuasi atau memberikan pertolongan kepada warga terdampak.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X