Ibu dan Anak Jadi Korban Meninggal Akibat Terseret Banjir di Kabupaten Pekalongan

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 15 Maret 2024 | 07:19 WIB
Nana Sudjana saat mengecek kondisi korban banjir dan memberikan bantuan di tempat pengungsian Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Kamis (14/3) malam.
Nana Sudjana saat mengecek kondisi korban banjir dan memberikan bantuan di tempat pengungsian Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Kamis (14/3) malam.

Pekalongan, suarapembaruan.news – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan, peristiwa banjir bandang di Pekalongan mengakibatkan dua orang meninggal dunia di daerah tersebut terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam dua hari terakhir.

“Banjir ini terjadi karena intensitas hujan yang tinggi di antara tanggal 12-13 Maret," kata Nana usai mengecek kondisi korban banjir di tempat pengungsian Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Kamis (14/3) malam.

Nana menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi tersebut mengakibatkan kolam retensi pada sebuah pabrik sepatu di daerah tersebut diduga jebol. Sebab, kolam tersebut tidak dapat menahan debit air yang tinggi.

Limpasan air dari kolam retensi tersebut kemudian masuk ke pemukiman warga. Akibatnya sekitar 2 rumah hanyut, 20 rumah rusak parah, dan 50 rumah rusak ringan. Satu bangunan TK, dua musala, dan satu jembatan juga rusak diterjang banjir.

"Ada dua korban meninggal merupakan anak dan ibunya. Mereka hanyut karena tiba-tiba banjir bandang langsung ke rumah dan langsung besar," tutur Nana yang sempat bertemu dan memberikan tali asih kepada keluarga korban, Wasturi di lokasi pengungsian.

 

Nana juga memberikan bantuan dari Pemprov Jateng senilai Rp160.804.000 kepada korban banjir. Bantuan itu dalam bentuk makanan, selimut, sembako, sandang anak, sandang dewasa, kornet, beras, dan lainnya.

 

Nana mengatakan, setelah kejadian tersebut, langkah yang dilakukan oleh Pemprov Jateng, Pemkab Pekalongan, TNI, Polri dan instansi terkait lainnya adalah melakukan evakuasi korban.

 

Warga yang terdampak banjir langsung dibawa ke tempat pengungsian. Selain itu juga dibuat posko kesehatan dan dapur umum untuk melayani para pengungsi.

 

"Ada 85 orang pengungsi yang masih kita tampung di sini. Sebagian sudah ada yang pulang ke rumah untuk membersihkan rumah," ujarnya.

 

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X