Pekalongan, suarapembaruan.news – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan, peristiwa banjir bandang di Pekalongan mengakibatkan dua orang meninggal dunia di daerah tersebut terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam dua hari terakhir.
“Banjir ini terjadi karena intensitas hujan yang tinggi di antara tanggal 12-13 Maret," kata Nana usai mengecek kondisi korban banjir di tempat pengungsian Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Kamis (14/3) malam.
Nana menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi tersebut mengakibatkan kolam retensi pada sebuah pabrik sepatu di daerah tersebut diduga jebol. Sebab, kolam tersebut tidak dapat menahan debit air yang tinggi.
Limpasan air dari kolam retensi tersebut kemudian masuk ke pemukiman warga. Akibatnya sekitar 2 rumah hanyut, 20 rumah rusak parah, dan 50 rumah rusak ringan. Satu bangunan TK, dua musala, dan satu jembatan juga rusak diterjang banjir.
"Ada dua korban meninggal merupakan anak dan ibunya. Mereka hanyut karena tiba-tiba banjir bandang langsung ke rumah dan langsung besar," tutur Nana yang sempat bertemu dan memberikan tali asih kepada keluarga korban, Wasturi di lokasi pengungsian.
Nana juga memberikan bantuan dari Pemprov Jateng senilai Rp160.804.000 kepada korban banjir. Bantuan itu dalam bentuk makanan, selimut, sembako, sandang anak, sandang dewasa, kornet, beras, dan lainnya.
Nana mengatakan, setelah kejadian tersebut, langkah yang dilakukan oleh Pemprov Jateng, Pemkab Pekalongan, TNI, Polri dan instansi terkait lainnya adalah melakukan evakuasi korban.
Warga yang terdampak banjir langsung dibawa ke tempat pengungsian. Selain itu juga dibuat posko kesehatan dan dapur umum untuk melayani para pengungsi.
"Ada 85 orang pengungsi yang masih kita tampung di sini. Sebagian sudah ada yang pulang ke rumah untuk membersihkan rumah," ujarnya.
Artikel Terkait
Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan ke Posko Utama Banjir Kota Semarang
6 Daerah Terandam Banjir, Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Pangan dan Terjunkan Tagana
Banjir di Kelurahan Kuningan Semarang, 154 Warga Terdampak, 12 Diungsikan
Pemkot Semarang Bangun 5 Pos Dapur Umum dan Fokus Evakuasi Warga Terdampak Banjir
Terdampak Banjir, RSI Sultan Agung Beri Perpanjangan Pasien Rawat Inap