Semarang, suarapembaruan.news - Cuaca ekstrim yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan terjadinya genangan air pada sejumlah titik di Kota Semarang.
Sejumlah titik yang saat ini tergenang air. Di antaranya adalah Jalan Parang Sarpo, Jalan Parang Baris, Tlogosari Kulon, dan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan.
Termasuk di Jalan Gebang Anom, Gebangsari, dan Muktiharjo Lor, Kecamatan Genuk, serta Jalan Raya Kaligawe atau tepatnya di depan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung.
Penanganan cepat pun dilakukan oleh Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang untuk mengurangi genangan tersebut.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, genangan air sebagai dampak cuaca ekstrim yang terjadi jumlahnya menurun.
Namun, kondisi itu tetap menjadi fokus perhatiannya dalam mewujudkan Kota Semarang terbebas dari banjir.
Baca Juga: Partisipasi Pemilih Pemilu 2024 di Sragen Capai 84,74 Persen, Ketua KPU: Angka Ini Melebihi Target
"Dalam tiga hari hujan terjadi terus, tetapi Alhamdulillah di wilayah Semarang hanya beberapa titik yang terjadi limpasan," kata Mbak Ita, Rabu (13/3).
Walau begitu, pihaknya menyebut ada beberapa upaya yang terus dilakukan baik penanggulangan maupun penanganan banjir. Mbak Ita menyebut domain penanggulangan banjir di Kota Semarang juga dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
"Sekarang masyarakat Genuk sudah paham, bahwa domain penanganan banjir, khususnya Kaligawe berada di wilayah BBWS Pemali Juana," kata Mbak Ita. Secara intens pihaknya terus berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana.
Menurutnya, upaya pengoptimalan operasional rumah pompa Kali Tenggang dan Kali Sringin terus dilakukan.
Baca Juga: Diduga untuk Tawuran, Pelajar Bawa Sajam di Wangon Banyumas Ditangkap Polisi
"Karena di Tenggang masih antre air sehingga di Muktiharjo Lor dan Muktiharjo Kidul ini masih ada genangan, tetapi kalau dilihat dampaknya hanya di jalan raya, tidak masuk ke perumahan," tuturnya.
Dirinya menjelaskan, dalam penanganan banjir di Kota Semarang dilakukan melalui sejumlah rangkaian tahapan. Salah satunya yaitu terkait anggaran harus disetujui lewat rapat pembahasan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Artikel Terkait
Warga Terdampak Banjir Demak dan Kudus Terima Bantuan Ribuan Paket Bansos dari Sat Brimobda Polda Jateng
LPPM Undip Gelar Pengobatan Gratis kepada Warga Terdampak Banjir di Grobogan
7 Kecamatan di Brebes Diterjang Banjir, Rendam 7.039 Rumah, 8.358 KK dan 30.556 Jiwa Jadi Korban
Hati-hati Berkendara Saat Hujan Deras, ini Tips-nya Agar Tetap Aman
Pembangunan Tanggul Sungai Babon Bebaskan Warga Dinar Tembalang dari Banjir