Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengatakan, bronjong yang dibangun BBWS Pemali Juana masih relatif bagus dan bisa menahan apabila terjadi kenaikan debit air sungai Babon.
Baca Juga: Ciptakan Kampung KB Berkualitas Diperlukan Dorongan Lembaga Teknis
Selain itu, kata Endro, penempatan tanda peringatan bencana atau Early Warning System (EWS) juga berfungsi dengan baik dengan memberikan sinyal bila debit air naik.
"Beberapa warga yang saya temui EWS berfungsi dengan baik saat debit air sungai Babon naik," kata Endro.
Baca Juga: Prabowo-Gibran Tumbangkan Ganjar-Mahfud di Kabupaten Purbalingga
Dijelaskan, pada Maret ini, potensi cuaca ekstrem masih berlangsung sesuai informasi prakiraan yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Untuyk itu, pihaknya mengajak masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terkait kondisi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.
Baca Juga: Belasan Ribu Pelanggaran Lalu Lintas di Jateng Dilakukan Anak Bawah Umur
Termasuk menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah tidak sembarangan.
"Namun, jangan panik apabila terjadi sebuah bencana, dan yang paling mudah silakan laporkan di call center 112, nanti petugas akan segera bertindak," katanya.*
Artikel Terkait
Tanggul Sungai Tuntang yang Jebol Mulai Diperbaiki
Korban Banjir Demak Dievakuasi, Tanggul yang Jebol Mulai Ditutupi Karung Pasir
Tinjau Banjir di Demak dan Kudus, Nana Sudjana: Tanggul Ditutup, Air Dipompa ke Sungai
Genjot Upaya Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Tambah Pompa dan Normalisasi Saluran Air
Warga Terdampak Banjir Demak dan Kudus Terima Bantuan Ribuan Paket Bansos dari Sat Brimobda Polda Jateng