Tinjau Banjir di Demak dan Kudus, Nana Sudjana: Tanggul Ditutup, Air Dipompa ke Sungai

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Sabtu, 10 Februari 2024 | 13:08 WIB

Demak, suarapembaruan.news -  Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana menegaskan, untuk mengatasi banjir di Demak dan Kudus,  pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera mengatasinya.

“Kami bersama Dirjen PUPR langsung mengecek ke lokasi, ini sudah dilakukan langkah-langkah dengan memasukkan alat berat ke lokasi dan saat ini sudah dilakukan pemasangan tiang pancang dengan menggunakan bambu,” kata Nana, saat meninjau lokasi banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak dan Kabupaten Kudus , Sabtu (10/2).

Untuk menutup laju air yang cukup besar, lanjut dia, setelah tanggulnya nanti ditutup, airnya akan dipompa dan dikembalikan ke Sungai Wulan.

Bersama rombongan, Nana meninjau korban  banjir yang masih di pengungsian dan melihat lokasi tanggul  jebol.

"Kami meninjau menggunakan perahu karet ke tanggul yang jebol,” kata Nana.

Dijelaskan Nana, banjir yang terjadi di Demak dan Kudus ini disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan tanggul Sugai Wulan yang berada di dua kabupaten tersebut jebol. Ada dua tanggul yang jebol di sekitar tersebut, ukurannya 33 meter dan 20 meter.

“Debit air demikian besar, kemudian tanggul jebol, sehingga  menyebabkan banjir sampai ke rumah warga dan lahan sawah juga terdampak,” kata Nana.

Banjir tersebut merendam di 35 desa di 7 kecamatan.  Warga yang terdampak sekiar 71 ribu  jiwa. Saat ini ada kurang lebih  11.400 orang yang diungsikan baik di Demak maupun di Kudus. Selain itu, jalan pantura Semarang-Kudus juga terputus.

Sementara untuk membantu warga korban banjir yang masih di pengungsian, Nana mengatakan, berbagai bantuan juga sudah diserahkan kepada warga.

Pemerintah Provinsi Jateng baik melalui Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, BUMD Jateng juga sudah menyerahkan bantuan baik berupa sembako, obat-boatan, pakaian, air bersih, dan sebagainya.

Selain itu, Kementerian Sosial juga memberikan  bantuan dengan total nilai  Rp277, 5 juta berupa makanan, kasur, tenda keluarga, toilet portable.

Salah seorang pengungsi, Abdur Rosyid mengaku, bantuan pemerintah berupa makanan dinilai sudah mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.  (SPnews/STH)

 

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X