Waspadai Video Rekayasa AI Catut Gubernur DIY

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Rabu, 22 Juli 2026 | 18:01 WIB
Rekayasa AI catut tokoh masyarakat mulai meresahkan SP.news/ilustrasi AI
Rekayasa AI catut tokoh masyarakat mulai meresahkan SP.news/ilustrasi AI

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap video yang mengatasnamakan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang beredar di WhatsApp. Video tersebut dipastikan merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dan bukan pernyataan resmi.

Pernyataan itu disampaikan Pranata Humas Ahli Madya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Ditya Nanaryo Aji, di Yogyakarta, Rabu (22/7). Penelusuran dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari GKR Condrokirono yang meminta humas memverifikasi video sekaligus menelaah dugaan penggunaan teknologi AI.

"Hasil pengecekan menunjukkan bahwa video tersebut bukan berasal dari dokumentasi Humas Pemda DIY. Dari isi dan cara penyampaian, kami pastikan itu adalah rekayasa AI," ujar Ditya.

Menurut Ditya, indikasi kuat rekayasa terlihat dari narasi dalam video yang menyentuh ranah pribadi seseorang, sesuatu yang tidak pernah disampaikan Sri Sultan dalam komunikasi resmi. Selain itu, video berisi arahan untuk melakukan pembayaran barang sebelum dikirim dan menyebut nama seseorang, yang dinilai mengarah pada modus penipuan.

"Selama kami mendampingi kegiatan kehumasan, Ngarsa Dalem tidak pernah menyampaikan pernyataan yang masuk ke ranah pribadi seperti dalam video tersebut. Karena itu, kami pastikan konten itu bukan pernyataan beliau," katanya.

Pemda DIY saat ini memprioritaskan edukasi literasi digital dibandingkan langkah hukum. Masyarakat diminta memastikan sumber informasi melalui kanal resmi Pemda sebelum mempercayai atau menyebarkan konten serupa.

"Kami ingin masyarakat semakin paham bahwa teknologi AI dapat disalahgunakan. Setiap menerima video yang mengatasnamakan Pemda atau pak gubernur, pastikan dulu sumbernya," imbuh Ditya.

Hingga saat ini, Pemda DIY belum membahas langkah hukum terkait temuan tersebut dan fokus pada peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penipuan berbasis AI.

 

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X