Ratusan Perangkat Desa Geruduk Kantor Kecamatan, Camat Selogiri Didesak Lengser

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Minggu, 7 Juni 2026 | 17:17 WIB
Menyoroti aksi penggerudukan oleh ratusan perangkat desa ke kantor Camat Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng), pada Jumat, 5 Juni 2026. (Instagram.com/@infocegatansukoharjo)
Menyoroti aksi penggerudukan oleh ratusan perangkat desa ke kantor Camat Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng), pada Jumat, 5 Juni 2026. (Instagram.com/@infocegatansukoharjo)

 

Wonogiri, SUARA PEMBARUAN - Suasana tidak biasa terjadi di Kantor Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat (5/6/2026). Ratusan perangkat desa dari berbagai wilayah di kecamatan tersebut mendatangi kantor kecamatan untuk menyampaikan protes dan tuntutan terhadap kepemimpinan Camat Selogiri, Fredy Sasono.

Aksi yang kemudian viral di media sosial itu dipicu oleh akumulasi kekecewaan sejumlah perangkat desa yang menilai hubungan kerja antara pemerintah kecamatan dan pemerintah desa tidak lagi berjalan harmonis. Dalam aksinya, para peserta menyuarakan desakan agar Camat Selogiri dievaluasi bahkan dicopot dari jabatannya.

Salah satu peristiwa yang disebut menjadi pemicu ketegangan terjadi saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar beberapa hari sebelumnya. Saat itu, sejumlah perangkat desa bertugas sebagai petugas upacara, termasuk tim pengibar bendera.

Menurut informasi yang beredar, sempat terjadi kendala teknis ketika bendera merah putih terlipat saat prosesi pengibaran. Meski situasi tersebut berhasil diperbaiki oleh petugas, tindakan camat setelah kejadian itu justru menuai keberatan dari sejumlah perangkat desa.

Mereka menilai adanya instruksi hukuman fisik kepada petugas yang bertanggung jawab dianggap tidak tepat dilakukan di tengah kegiatan resmi yang dihadiri banyak peserta. Peristiwa tersebut kemudian menjadi bahan pembicaraan di lingkungan perangkat desa dan memunculkan rasa keberatan dari sejumlah pihak.

Selain persoalan itu, para perangkat desa juga mengeluhkan pola komunikasi yang dinilai kurang menghargai bawahan. Beberapa di antaranya menyoroti penggunaan kata-kata yang dianggap tidak pantas dalam forum resmi pemerintahan.

Keluhan lain muncul terkait pelaksanaan rapat dan evaluasi pemerintahan desa. Sejumlah perangkat desa mengaku pernah diminta memaparkan materi secara mendadak tanpa persiapan yang memadai, sehingga merasa dipermalukan di hadapan peserta rapat lainnya.

Menanggapi aksi tersebut, Camat Selogiri Fredy Sasono memilih menyerahkan seluruh proses kepada pimpinan dan pihak yang berwenang. Ia tidak memberikan tanggapan rinci mengenai berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Fredy menyatakan akan menerima apa pun keputusan yang nantinya diambil oleh pemerintah daerah. Menurutnya, sebagai aparatur negara, dirinya harus siap menjalankan setiap keputusan yang diberikan oleh atasan.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah aksi protes berlangsung dan menjadi perhatian masyarakat luas. Hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Kabupaten Wonogiri terkait tuntutan yang disampaikan para perangkat desa.

Pihak berwenang juga belum mengeluarkan hasil evaluasi maupun langkah tindak lanjut atas berbagai keluhan yang disampaikan dalam aksi tersebut. Sementara itu, berbagai pihak berharap persoalan yang terjadi dapat diselesaikan melalui dialog dan mekanisme pemerintahan yang berlaku agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Kasus ini menjadi sorotan karena jarang terjadi aksi protes terbuka dari perangkat desa terhadap pimpinan kecamatan. Perkembangan lebih lanjut masih menunggu sikap resmi dari pemerintah daerah terkait polemik yang kini menjadi perhatian publik di Wonogiri.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X