Harga Kebutuhan Pokok Terus Melambung, Mbak Ita: Jangan Panik

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 22 Februari 2024 | 18:51 WIB
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menyerahkan bakti sosial sembako memperingati Hari Raya Imlek di Sam Poo Kong Semarang, Kamis (22/2).
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menyerahkan bakti sosial sembako memperingati Hari Raya Imlek di Sam Poo Kong Semarang, Kamis (22/2).

 

Semarang, suarapembaruan.news –Harga kebutuhan pokok di Kota Semarang terus melambung. Dari pantauan yang dia lakukan di beberapa wilayah, kebutuhan pangan khususnya beras harganya jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).


HET beras premium saat ini masih tetap yakni Rp 69.500 per 5 kilogram (kg), atau Rp 13.900/kg.


Namun kenyataannya di lapangan, pada Kamis (22/2) harga beras premium kini mencapai Rp 16.590/kg sampai Rp 17.000/kg, sedangkan beras medium hampir mencapai Rp 15 ribu/kg sampai Rp 16.000/kg.

Baca Juga: Destinasi Wisata Kota Semarang Diminta Terapkan Manajemen Ramah Disabilitas


Bahkan untuk cabai merah mencapai harga Rp 90.000/kg, dan harga telur ayam mencapai Rp 29.000/kg sampai Rp 30.000/kg.


Merespon kenaikan harga kebutuhan poko, utamanya beras, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta masyarakat Kota Semarang tidak panic dan resah.

 

Sebab, pemerintah menjamin suplai beras aman dengan adanya beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Hal ini lantaran harga beras yang naik, terutama beras premium lokal.

Baca Juga: Dijalin Sejak 1991, Kerjasama Jateng - Queensland Berpeluang Diperpanjang

" Pak Menteri Perdagangan menyampaikan bahwa beras yang naik ini adalah beras premium. Karena memang beras premium ini tidak bersubsidi," ujar Mbak Ita, sapaan akrabnya, usai menyerahkan bakti sosial sembako memperingati Hari Raya Imlek di Sam Poo Kong Semarang, Kamis (22/2).

 

Mbak Ita menjelaskan, harga beras kali ini naik, karena saat ini masa tanam dan masa panen mundur akibat El-Nino.

 

"Masa tanam dan masa panen ini bergeser, karena pada saat tahun 2023 kemarin kan ada El-Nino. Sehingga masa tanamnya ini mundur dan diperkirakan masa panen sekitar Januari-Februari mundur ke Maret," kata Mbak Ita.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X