Penyandang Disabilitas Tak Mau Dikasihani, Mereka Butuh Akses dan Kesempatan

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Rabu, 6 Oktober 2021 | 13:32 WIB

“Ini butuh teknologi dan pengetahuan bahwa mereka kerja dimanapun oke. sesuai dengan kondisi masing-masing. Kesetaraannya, aksesabilitasnya itu mesti diberikan,” ujar Ganjar.


“Maka beberapa kali saya coba membuka tempat magang ke kantor pemprov, saya ketemu dengan kawan-kawan kemarin ada dari kawan tuli mahasiswa yg magang di Jateng, ke humas. ternyata saya belajar lebih banyak,” imbuhnya.


Pekerjaan rumah yang besar ini, lanjut Ganjar, harus dipahami dan diedukasi ke seluruh pihak. Terkait ini, maka pengetahuan juga harus diberikan kepada pengusaha, CEO atau pemilik usaha lainnya sehingga tidak jadi kendala.


“Nah effort inilah yang saya kira penting untuk kita berkomunikasi dengan Apindo, Kadin, dengan asosiasi buruh, sehingga inklusifitasnya bisa berjalan,” ujarnya.


Dari konferensi ini, Ganjar berharap pihaknya dapat menerima rekomendasi. Dari sisi regulasi, administrasi hingga politik anggaran.


“Dalam hal politik anggaran seperti kami, sebagai gubernur, pemerintah daerah apa yang bisa kita bantu pada kawan-kawan ini,” katanya.


Ganjar mengatakan ada satu hal yang membanggakan dari para penyandang disabilitas. Yakni semangat untuk bisa setara dan tidak mau dikasihani.


“Betapa bahagianya saya ketika saya sering berkomunikasi dengan kawan-kawan disabilitas. Satu yang membanggakan adalah mereka tidak butuh dikasihani, mereka hanya butuh setara, mereka hanya butuh akses yang sama, itulah tugas pemerintah untuk itu,” tandasnya.[Gre]





Add as a preferred source on Google
Suka artikelnya? Yuk traktir kopi
Halaman:

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB

Terpopuler

X