Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah yang melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi Pertamax RON 92.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan respons yang wajar terhadap lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Firman menilai pemerintah perlu mengambil keputusan yang seimbang agar stabilitas fiskal nasional tetap terjaga tanpa mengorbankan program-program yang menyentuh masyarakat luas.
“Ketika harga minyak dunia naik signifikan, pemerintah tentu harus mengambil langkah yang rasional. Menahan harga terus-menerus justru berpotensi membebani APBN dan berdampak pada kondisi keuangan Pertamina,” ujarnya di Jakarta, Kamis (10/6).
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III itu mengungkapkan sejumlah alasan yang mendasari dukungannya terhadap kebijakan tersebut.
Salah satunya adalah karakteristik pengguna Pertamax yang umumnya berasal dari kelompok masyarakat menengah hingga atas dengan daya beli yang relatif lebih kuat dibandingkan pengguna BBM bersubsidi.
Menurut Firman, mayoritas konsumen Pertamax merupakan pemilik kendaraan pribadi yang secara ekonomi dinilai lebih mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan harga energi akibat dinamika global.
Selain itu, ia menilai harga Pertamax di Indonesia masih kompetitif dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah, kata dia, selama ini telah berupaya menahan kenaikan harga agar tidak terlalu membebani masyarakat.
Firman juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan fiskal negara. Kenaikan harga minyak global dinilai dapat meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi yang pada akhirnya menggerus ruang anggaran pemerintah.
“Dengan penyesuaian pada BBM nonsubsidi, pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih longgar untuk membiayai sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga pembangunan infrastruktur,” jelasnya.
Di sisi lain, ia mengapresiasi komitmen pemerintah yang tetap mempertahankan harga BBM subsidi, khususnya Pertalite dan Solar, sehingga perlindungan terhadap kelompok masyarakat rentan tetap terjaga.
Menurut Firman, kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan negara kepada masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk petani, nelayan, pelaku UMKM, dan kelompok ekonomi kecil lainnya yang sangat bergantung pada ketersediaan energi dengan harga terjangkau.
Meski mendukung kebijakan penyesuaian harga Pertamax, Firman meminta pemerintah memperkuat komunikasi publik agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.