Viral Pengakuan Ketua BEM FH UBK Diduga Terima Uang Jelang Demo “Tata Ulang Indonesia”, Sebut Ada Aliran Dana ke Pengurus

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 23 Juni 2026 | 19:53 WIB
Menyoroti isu aksi berbayar yang diduga melibatkan massa mahasiswa FH UBK di Jakarta hingga mediasi tertutup dengan Wapres Gibran. (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti isu aksi berbayar yang diduga melibatkan massa mahasiswa FH UBK di Jakarta hingga mediasi tertutup dengan Wapres Gibran. (Instagram.com/@undercover.id)

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN  – Publik media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya video pengakuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (FH UBK), Muhammad Abdimaludin, yang diduga menerima sejumlah uang terkait aksi demonstrasi di Jakarta.

Pengakuan tersebut mencuat setelah Abdi—sapaan Muhammad Abdimaludin—mengakui dirinya menerima uang dalam rangkaian aksi bertajuk “Tata Ulang Indonesia” yang digelar pada 15 Juni 2026 di kawasan Jakarta Pusat.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @undercover.id pada Selasa (23/6/2026), Abdi terlihat menyampaikan klarifikasi di hadapan civitas akademika UBK dan membenarkan adanya penerimaan uang tersebut.

“Terkait persoalan yang menjadi objek pembicaraan, terkait uang itu, saya memang menerima,” ujar Abdi dalam video tersebut.

Ia menyebut uang itu diberikan dengan tujuan agar massa yang dipimpinnya tidak melanjutkan aksi ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, dalam forum klarifikasi internal yang digelar sehari sebelumnya, Senin (22/6/2026) malam, Abdi mengungkap adanya distribusi dana ke sejumlah pihak di lingkungan BEM dan alumni kampus.

Ia tidak menyebut total nominal secara rinci, namun menyatakan bahwa uang yang diterima sekitar 20 persen dari jumlah yang dijanjikan.

“Rp2,5 juta ke dua alumni, Rp2 juta ke wakil saya, Rp2 juta ke Mubarak, dan Rp2 juta ke BEM FE UBK,” ungkap Abdi dalam keterangannya.

Menurutnya, sebagian dana tersebut telah digunakan untuk kebutuhan pribadi, sementara sisanya disalurkan kepada sejumlah pengurus organisasi mahasiswa di lingkungan UBK.

Dalam pengakuannya, Abdi juga menyebut adanya keterlibatan pihak yang disebut berasal dari kepolisian melalui perantara seorang alumni kampus.

“Sebelumnya ada pihak kepolisian agar kami tidak turun aksi, tapi kita tetap turun,” ujarnya.

Ia juga menyebut nama seorang oknum yang disebut sebagai “Bang Aan” sebagai pihak yang diduga terlibat dalam penyaluran dana tersebut.

Selain isu dugaan aliran dana, Abdi turut menyinggung adanya rencana pertemuan tertutup dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang diikuti oleh perwakilan mahasiswa usai aksi berlangsung.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X