Viralnya video joget mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG), Hendrik Irawan, menuai respons tajam dari psikolog Lita Gading yang menilai polemik ini merusak citra program pemerintah.
Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Polemik video joget yang melibatkan mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG), Hendrik Irawan, terus bergulir di ruang publik. Video tersebut viral di media sosial setelah disertai narasi mengenai insentif Rp6 juta per hari.
Menanggapi hal itu, psikolog Lita Gading melontarkan kritik keras melalui akun media sosialnya. Ia menyoroti sikap Hendrik yang melaporkan dua akun Instagram usai videonya menjadi viral.
“Ini kocak, orangnya sendiri yang bikin konten, terus lapor polisi. Kalau nggak mau dihujat, kenapa diunggah?” ujar Lita dalam pernyataannya.
Menurutnya, persoalan utama bukan pada program MBG itu sendiri, melainkan perilaku oknum di lapangan yang dinilai tidak bijak dalam bersikap di ruang publik.
“Programnya tidak salah, tapi orang-orang seperti ini yang membuat citranya jadi buruk,” tegasnya.
Lita bahkan menantang Hendrik untuk turut melaporkan dirinya jika merasa keberatan atas kritik tersebut. Ia juga menyinggung kemungkinan membawa isu ini ke ranah hukum yang lebih tinggi.
Sementara itu, Hendrik Irawan menyatakan akan melaporkan dua akun Instagram ke Polres Cimahi. Ia merasa dirugikan karena videonya diunggah ulang tanpa izin serta disertai komentar yang dianggap mencemarkan nama baik.
“Saya hanya ingin mencari keadilan. Ada akun yang mengunggah tanpa izin dan ada yang mencaci tanpa dasar,” ujarnya.
Hendrik menjelaskan bahwa narasi terkait insentif Rp6 juta per hari tidak sepenuhnya tepat. Ia menyebut angka tersebut merupakan bagian dari ketentuan resmi dalam petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ia kelola.
Rencananya, laporan tersebut akan diajukan secara resmi pada 26 Maret 2026.
Kasus ini pun menjadi sorotan luas publik, sekaligus memicu perdebatan soal etika bermedia sosial, transparansi program pemerintah, serta batas antara kritik dan pencemaran nama baik.