peristiwa

Lapangan Padel Viral di Kemang, Warga Protes Bising Sampai Dini Hari

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:15 WIB
Keluhan warga di kawasan Kemang, Jakarta Selatan soal lapangan padel. (TikTok/mengejarhei - unsplash/Oskar Hagberg)

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Keberadaan lapangan padel di tengah permukiman kembali menuai sorotan setelah keluhan seorang warga di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, viral di media sosial.

Melalui unggahan akun TikTok @mengejarhei, warga tersebut mengaku terganggu kebisingan dari lapangan padel yang berada dekat rumahnya. Ia menyebut suara teriakan pemain hingga aktivitas hiburan sering terdengar sepanjang hari, bahkan sampai dini hari.

“Suara teriakan full sehari-hari jadi background. Sering kebangun kaget dan nggak bisa tidur karena memang beroperasi sampai jam 2 pagi,” tulisnya dalam keterangan video yang diunggah dan dikutip Rabu, 25 Februari 2026.

Dalam unggahan lain, ia mengungkapkan bahwa lingkungannya sebenarnya dikelilingi berbagai tempat usaha. Namun, aktivitas paling mengganggu justru berasal dari lapangan padel tersebut.

Ia mengaku kerap tidak bisa tidur karena suara teriakan pengunjung. Bahkan, menurutnya, pernah ada kegiatan hiburan dengan suara keras. Meski kini tidak lagi menggunakan pengeras suara, kebisingan tetap terjadi.

“Ini bikin gue nggak bisa tidur, 24 jam teriak-teriak. Sekarang nggak pakai mic dan sound system, tetap saja pengunjungnya teriak-teriakan,” ujarnya.

Ia juga berharap pengelola lapangan dapat membuat tembok peredam suara yang lebih baik atau mengimbau pengunjung agar tidak terlalu berisik.

Sudah Lapor Polisi dan Pemerintah

Karena aktivitas masih berlangsung hingga larut malam, pemilik akun mengaku pernah melapor ke pihak kepolisian. Ia bahkan mendatangi kantor polisi ketika kebisingan masih terjadi menjelang tengah malam.

Selain itu, ia juga telah mengadukan persoalan tersebut melalui aplikasi pengaduan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Kini (JAKI), serta menyampaikan keluhan ke RT setempat.

“Gue sudah lapor JAKI, sudah lapor Polsek, sudah bikin surat ke RT. Tapi belum ada kelanjutan. Tolong, langkah apa lagi yang harus gue lakukan?” ungkapnya.

Warga tersebut menyoroti jam operasional yang dinilai terlalu panjang. Ia mengklaim aktivitas sudah dimulai sejak pagi hingga tengah malam.

Menurutnya, pengelola sempat membuat pembatas, tetapi hanya berupa seng sehingga suara tetap tembus ke dalam rumah.

“Tolong kalau bikin usaha jangan mengganggu seperti ini. Jam 00.30 masih teriak, jam 7 pagi sudah mulai lagi,” tegasnya.

Halaman:

Terkini