Viral Dokter Internship FK Unsri Meninggal, Dugaan Jam Kerja Tak Manusiawi dan Perundungan Disorot

Photo Author
Bangun P Lubis, Suara Pembaruan
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 22:29 WIB
Menyoroti kasus kematian dr Myta Aprilia Azmy, dokter internship Universitas Sriwijaya (Unsri) yang sempat bertugas di RSUD Kuala Tungkal Jambi. (Instagram.com/@wakandafeeds - @medicstory.id)
Menyoroti kasus kematian dr Myta Aprilia Azmy, dokter internship Universitas Sriwijaya (Unsri) yang sempat bertugas di RSUD Kuala Tungkal Jambi. (Instagram.com/@wakandafeeds - @medicstory.id)

 

Palembang, SUARA PEMBARUAN - Jagat media sosial tengah diramaikan dengan kabar meninggalnya dokter internship Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri), Myta Aprilia Azmy. Kasus ini menjadi perhatian luas setelah muncul berbagai dugaan terkait beban kerja berat hingga perundungan selama menjalani program internship.

Diketahui, dr Myta menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal. Ia kemudian dirawat di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang sebelum akhirnya meninggal dunia pada Jumat, 1 Mei 2026.

Sorotan publik semakin besar setelah beredarnya surat pernyataan dari Ikatan Alumni FK Unsri yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan RI. Surat tersebut ramai dibagikan di media sosial, termasuk melalui akun Instagram medicstory.id
pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Dalam surat itu, Ikatan Alumni FK Unsri menyoroti dugaan adanya pola kerja yang dinilai tidak manusiawi terhadap dokter internship.

Mereka menyebut para dokter muda diduga harus menjalani tugas di bangsal maupun IGD selama tiga bulan tanpa libur. Selain itu, terdapat dugaan bahwa dokter internship bekerja tanpa pengawasan dokter definitif.

Menurut pernyataan tersebut, kondisi itu dinilai bertentangan dengan aturan Kementerian Kesehatan karena status dokter internship sejatinya merupakan peserta program magang, bukan pegawai tetap rumah sakit.

Tak hanya soal beban kerja, Ikatan Alumni FK Unsri juga mengungkap adanya dugaan pengabaian kondisi kesehatan almarhumah. Berdasarkan laporan yang mereka terima, dr Myta disebut tetap diminta menjalani jaga malam meski sedang mengalami sesak napas berat dan demam tinggi.

Bahkan, disebutkan pula bahwa saturasi oksigen almarhumah sempat berada di angka 80 persen sebelum memperoleh penanganan medis yang layak.

Kasus ini juga memunculkan dugaan adanya perundungan verbal selama masa internship. Sejumlah bukti yang diklaim dikumpulkan Ikatan Alumni FK Unsri menyebut ada oknum pembimbing yang diduga sengaja menutupi kondisi kesehatan almarhumah agar masa internship tidak diperpanjang.

Selain itu, muncul pula tudingan adanya ucapan bernada merendahkan terhadap dokter muda yang menyampaikan keluhan kesehatan maupun hak-hak dasar mereka selama bertugas.

Dalam surat tersebut, disebutkan adanya narasi yang dianggap sebagai bentuk gaslighting terhadap dokter internship, termasuk pelabelan generasi muda sebagai “lembek” ketika menyuarakan kondisi kerja dan kesehatan mereka.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik. Ikatan Alumni FK Unsri mendesak Menteri Kesehatan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem kerja dan pengawasan dokter internship di RSUD Kuala Tungkal, Jambi.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X