Lampung, SUARA PEMBARUAN - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambahrejo di Pringsewu, Lampung, mendadak menjadi perhatian publik setelah percakapan balasan adminnya viral di media sosial. Sorotan muncul dari respons admin terhadap keluhan orang tua penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai kurang tepat.
Kisah ini bermula dari unggahan akun TikTok @devianindia97 yang memperlihatkan tangkapan layar percakapan pesan langsung (DM). Dalam pesan tersebut, orang tua mengeluhkan menu ayam yang diterima anaknya karena terlihat belum matang sempurna dan masih terdapat bulu.
Menu tersebut diketahui merupakan bagian dari distribusi MBG pada Selasa, 14 April 2026. Dalam pesannya, orang tua tersebut menyampaikan kekecewaan karena anaknya tidak jadi mengonsumsi makanan tersebut.
Alih-alih mendapat respons serius, keluhan itu justru dibalas dengan nada bercanda oleh admin SPPG. Balasan tersebut bahkan menyentil gaya bahasa pengirim yang dianggap “sok Inggris” dan menyebut pesan itu menjadi bahan hiburan.
Respons tersebut memicu kekecewaan. Orang tua penerima manfaat mempertanyakan sikap admin yang dianggap tidak menghargai kritik. Ia menilai seharusnya pihak penyelenggara lebih fokus pada perbaikan kualitas makanan dan pelayanan, bukan menjadikan keluhan sebagai bahan candaan.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi dalam proses pengolahan makanan, terutama dari sisi kebersihan dan ketelitian, mengingat program MBG merupakan inisiatif yang baik dan menyasar kebutuhan anak-anak.
Video tersebut kemudian viral dan telah ditonton ratusan ribu kali. Di tengah ramainya respons warganet, pihak yang bersangkutan mengungkapkan bahwa persoalan ini telah diselesaikan secara langsung.
Melalui pertemuan antara keluarga penerima manfaat dengan pihak SPPG serta tim distribusi MBG, kedua belah pihak akhirnya saling menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf. Pihak SPPG juga menjelaskan bahwa insiden pada menu ayam tersebut terjadi di luar kendali dan bisa saja terjadi dalam proses memasak.
Kedua pihak sepakat untuk saling memahami dan menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi. Orang tua penerima manfaat pun mengakui bahwa penyampaian kritik juga perlu dilakukan dengan cara yang lebih bijak, sementara admin diharapkan dapat memberikan respons yang lebih profesional ke depannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa komunikasi yang baik antara penyelenggara program dan masyarakat sangat penting, terutama dalam program publik yang menyangkut kebutuhan dasar.
Artikel Terkait
Viral Kritik Menu MBG Ramadan, Tabel Gizi Dinilai Bikin Salah Paham
Viral! Mobil Program MBG Dipakai Angkut Sampah di Nabire, Operasional SPPG Langsung Dibekukan
Viral Ribuan Motor MBG, BGN Klarifikasi: Bukan 70 Ribu, Ini Faktanya!
Diduga Keracunan MBG di Anambas, 155 Siswa Dirawat, Operasional SPPG Air Asuk Dihentikan
Viral “Daging Karet” MBG Lampung Barat, Guru Protes: Susah Dikunyah!