Calya Lawan Arah di Gunung Sahari, Sopir Panik karena Nopol Palsu

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 26 Februari 2026 | 10:26 WIB
Mobil Toyota Calya lawan arah di Jalan Gunung Sahari, Jakpus. (Instagram/amq_mnl)
Mobil Toyota Calya lawan arah di Jalan Gunung Sahari, Jakpus. (Instagram/amq_mnl)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Sebuah mobil Toyota Calya menjadi sorotan setelah nekat melawan arah dan menabrak sejumlah kendaraan di Jalan Gunung Sahari, kawasan Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Mobil bernomor polisi D 1640 AHB itu dikemudikan Hafiz Mahendra (25). Aksinya yang membahayakan pengguna jalan lain membuat warga geram hingga kendaraan tersebut sempat menjadi sasaran amuk massa.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold Hutagalung, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, petugas telah lebih dulu menghentikan mobil tersebut untuk pemeriksaan kelengkapan surat. Mobil diketahui menggunakan pelat nomor palsu.

Diduga panik saat hendak diperiksa, pengemudi justru tancap gas dan masuk ke Jalan Gunung Sahari dengan melaju melawan arah. Polisi sempat memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan.

Dalam pelariannya di tengah kondisi lalu lintas padat, mobil tersebut menyerempet beberapa kendaraan, termasuk sepeda motor yang terseret. Bahkan saat mencoba mundur untuk kabur, kendaraan kembali menabrak dan melindas motor milik seorang pengemudi ojek daring.

Meski insiden tersebut menegangkan dan viral di media sosial, polisi memastikan tidak ada korban jiwa. Namun satu orang dilaporkan mengalami luka, sementara sejumlah kendaraan mengalami kerusakan akibat terserempet.

Video kejadian pertama kali diunggah akun Instagram @amq_mnl dengan keterangan lokasi Pasar Baru Timur. Rekaman berdurasi singkat itu telah ditonton lebih dari 15 juta kali dan memperlihatkan detik-detik mobil melawan arus, dikepung massa, hingga kaca bagian belakang dan samping pecah akibat lemparan warga.

Mobil akhirnya berhenti setelah terjebak kepungan warga dan kendaraan patroli polisi. Dalam video terdengar warga meminta agar ban mobil dikempiskan agar pelaku tidak bisa melarikan diri.

Polisi kini masih mendalami kasus tersebut, termasuk melakukan tes urine terhadap pengemudi untuk memastikan ada atau tidaknya pengaruh zat terlarang saat kejadian.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X