Pada malam Natal 25 Desember 2023, salah satu wahana anak di Banyuwangi Night Amazing roboh di tengah keramaian pengunjung.
Tiga orang terluka, termasuk dua pengunjung dan satu operator.
Kanit Reskrim Polsek Genteng Ipda Agus Purnomo kala itu mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin.
“Kami imbau pengelola selalu memastikan keamanan wahana sebelum digunakan pengunjung,” ujarnya.
Namun, peringatan semacam ini sering tidak diikuti dengan langkah nyata berupa inspeksi berkala dan penegakan sanksi tegas.
3. Ontang-Anting Roboh di Semarang
Peristiwa serupa terjadi pada 3 Juni 2022 di Lapangan Jolotundo, Semarang, ketika wahana ontang-anting yang dinaiki anak-anak sekolah dasar ambruk saat beroperasi.
Seorang bocah berusia 10 tahun mengalami luka di kaki akibat struktur rangka yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Meski penyelidikan menemukan cacat teknis, sanksi terhadap pengelola hanya bersifat administratif tanpa tindak lanjut sistemik. Akibatnya, kecelakaan semacam ini terus berulang di berbagai daerah.
Serangkaian insiden ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan pengelola pasar malam untuk memperkuat standar keselamatan dan sertifikasi teknis wahana.
Warga berhak mendapatkan jaminan bahwa tempat hiburan yang mereka kunjungi aman dan layak.
Sementara itu, pengelola wajib memprioritaskan keselamatan di atas keuntungan ekonomi semata.
Tanpa perubahan sistemik dalam pengawasan dan penegakan aturan, tragedi serupa di Ketapang hanya akan menjadi satu dari banyak kisah pilu yang terus terulang di wahana rakyat.*
Artikel Terkait
Gedung Bersejarah Butterworth di Kota Lama Semarang Roboh, Pemkot Kesulitan Cari Pemilik
Bacok Pekerja Pasar Malam, Tiga Pemuda di Boyolali Ditangkap
Kasus Perselingkuhan Lisa Mariana Kian Memanas: Ayu Aulia Bongkar Kondisi Ekonomi Lisa Mariana yang Kesulitan, Rumahnya Hampir Roboh
Gempa 6,3 Magnitudo Guncang Bengkulu, Ratusan Rumah Warga Roboh dan Rudak Berat
Data BPBD Kota Bengkulu, 140 Rumah Warga Roboh dan Rusak Berat Akibat Diguncang Gempa 6,3 SR