Sorong, SUARAPEMBARUAN.COM – Sebuah gebrakan pendidikan besar-besaran tengah bergulir di ujung timur Indonesia. Pulau Doom, wilayah kecil di Sorong Kepulauan, Papua Barat Daya, bersiap menorehkan sejarah baru melalui program intensif bertajuk “Pulau Doom Tra Kosong!”. Dalam waktu singkat hanya 5 hari, pulau ini menargetkan transformasi total dengan mencetak 2.000 anak didik dan 500 calon guru lokal yang mahir berbahasa Inggris.
Program ambisius namun terstruktur ini mengusung semangat “Dari Doom untuk Indonesia” digagas oleh Engelin Yolanda Kardinal, pemerhati sosial dan penggiat pendidikan asal Pulau Doom yang juga merupakan mantan karyawan Garuda Indonesia selama 36,5 tahun, gerakan ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap visi Presiden Prabowo dalam memajukan pendidikan dan kesehatan.
Metode Kilat dan Aplikatif
Bekerja sama dengan Indonesia Brain Camp, program ini mendatangkan 10 trainer profesional yang akan membimbing peserta dengan sistem pelatihan super intensif. Setiap hari, peserta akan mengikuti dua sesi belajar (pagi hingga malam) yang dibagi ke dalam lima kelas, masing-masing berisi 50 orang.
Keunggulan utama program ini terletak pada metodenya yang cepat, praktis, dan menyenangkan.
Target Konkret: Menguasai 300 kalimat Bahasa Inggris dasar hingga lanjut hanya dalam lima hari.
Materi Aplikatif: Fokus pada percakapan sehari-hari yang langsung bisa dipakai.
Metode Ringan: Dirancang agar tidak membosankan dan mudah dipahami oleh semua kalangan, dari pemula hingga tingkat lanjut.
Total waktu belajar selama 200 jam dalam lima hari tersebut bukan hanya untuk membuat peserta bisa bicara, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan mengajar.
“Hasil akhir yang diharapkan adalah lahirnya 500 calon guru Bahasa Inggris lokal yang siap menyebarkan metode ini ke daerah lain. Ini menjadi langkah awal mewujudkan visi besar saya menjadikan Pulau Doom sebagai ‘Pulau Bahasa Inggris,”ungkap Engelin dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Jumat (24/4/2026) pagi
Menuju Rekor MURI
Engelin menargetkan program ini tidak hanya berhenti di Pulau Doom. Ia membuka pendaftaran seluas-luasnya bagi peserta dari seluruh provinsi di Papua. Ambisinya bahkan lebih tinggi: memecahkan Rekor MURI (Musium Rekor Dunia Indonesia) sebagai gerakan pembelajaran bahasa Inggris terbesar dengan melibatkan 2.000 peserta dan 500 tenaga pengajar dalam waktu bersamaan.
“Sebagai target jangka panjang, gerakan ini diarahkan untuk memecahkan Rekor MURI. Pulau Doom diproyeksikan menjadi pelopor gerakan Bahasa Inggris di Indonesia,” harap Engelin. Ia yakin, jika berhasil di Doom, model ini bisa direplikasi di seluruh wilayah Papua lainnya.
Ajakan Terbuka untuk Perubahan
Di akhir pernyataannya, Engelin mengundang seluruh elemen masyarakat untuk bergabung. “Mulai dari Pulau Doom, bakal berdampak ke daerah lain. Kita ingin menciptakan generasi yang percaya diri berbahasa Inggris. Maka dengan ini saya umumkan ajakan terbuka kepada masyarakat untuk hadir dan menjadi bagian dari perubahan besar ini. Dari Doom, untuk Indonesia!”seru Engelin mengajak.