Makassar.suarapembaruam.news- Berawal tahun 2013 ketika Dr. Hasrullah, MA dipercayakan menjadi Kepala Unit Pelaksana Teknis Kuliah Kerja Nyata (UPT KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas itu menganggap konsep KKN yang dilaksanakan selama beberapa dekade terkesan monoton dan perlu pengembangan, ia pun mencoba konsep baru yang disebutnya KKN Kebangsaan dan dicetuskan di Kampus 'Merah' Unhas.
KKN Kebangsaan adalah integrasi dari kurikulum dan pengalaman belajar mahasiswa sesuai dengan realitas kehidupan masyarakat dan diarahkan pengabdian mahasiswa lebih luas lagi hingga menyentuh daerah terpencil bahkan sampai ke wilayah perbatasan.
“Program ini kita inisiasi dengan harapan dapat mengembangkan softskill, mematangkan kepribadian guna menumbuhkan jiwa kebangsaan, apalagi lokasinya diarahkan ke tempat-tempat jauh yang selama ini mungkin belum pernah menerima kehadiran bakti mahasiswa," ujar dosen komunikasi yang akrab dengan awak media itu, Selasa (29/8/2023).
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP Unhas, itu mengatakan, KKN Kebangsaan sangat penting bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mempunyai ratusan pulau-pulau kecil di perbatasan, perlu penyatuan anak bangsa dari berbagai suku dan agama di seluruh Indonesia, mengikat komitmen agar tetap mencintai negaranya dalam bingkai kebhinekaan yang utuh.
Lolos Uji Coba
Beberapa perguruan tinggi negeri memberi perhatian pada konsep dan gagasan Hasrullah, awalnya mahasiswa Unhas diarahkan untuk KKN di wilayah-wilayah perbatasan.
“Terkait KKN Kebangsaan itu, beberapa mahasiswa kita KKN di lokasi seperti Natuna hingga Sebatik, bahkan ada yang ke luar negeri,” ujarnya.
Pada pelaksanaan ke 3 di Universitas Haluoleo, Kendari, Forum Rektor Indonesia memberikan piagam dan sertifikat sebagai Pelopor KKN Kebangsaan.
KKN Kebangsaan merupakan kegiatan akademik sesuai program yang diadakan penyelenggara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. KKN Kebangsaan dilaksanakan setahun sekali secara bergantian oleh Badan Kerja Sama (BKS) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di wilayah barat dan KPTN KTI di wilayah timur dengan melibatkan semua perguruan tinggi.
Dianggap berhasil dalam pelaksanaan di tahun 2013, KKN Kebangsaan diadopsi menjadi program nasional yang dikelola
Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) melakukan berbagai hal untuk menumbuhkembangkan inovasi dan kreativitas mahasiswa di Indonesia.
Kebanggaan Unhas
Universitas Hasanuddin khususnya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik patut berbangga karena Dr Hasrullah MA resmi diangkat menjadi Ketua Tim Pengembangan KKN Kebangsaan Tingkat Nasional.
"Saya terus mengikuti perkembangan KKN Kebangsaan, dan Alhamdulillah Dikti mengapresiasi dengan menobatkan saya menjadi ketua pengembangan, " ujar Hasrullah yang kerap menjadi konsultan dan pengarah KKN di sejumlah perguruan tinggi negeri.
Program KKN Kebangsaan kini memasuki tahun kesepuluh dan Hasrullah tetap optimis program ini akan terus berjalan.
Diakui, masa pandemi covid 19, KKN Kebangsaan sempat vakum, kini kembali dilaksanakan sesuai komitmen yang disepakati oleh segenap perguruan tinggi. Dan 2022 Universitas Palangka Raya (UPR) sebagai tuan rumah. Hasrullah mendapatkan SK penugasan dari Rektor Universitas Palangkaraya sebagai konsultan KKN Kebangsaan.
Dengan perannya sebagai Ketua Tim Pengembangan KKN Kebangsaan Nasional, Hasrullah melakukan audiensi kebeberapa tokoh seperti Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda; KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo hingga Ketua KSP Jenderal (Purn) Moeldoko.
Kini diusia 10 tahun gagasannya yang membawa perkembangan di dunia pendidikan tinggi, Selasa (29/8/2023) Hasrullah akan diberikan
Award dari grup Kabar Makassar dengan kategori Tokoh Pendidikan. (SP.news/M Kiblat Said)