Bengkulu, SUARA PEMBARUAN-Peresmian partial rumah sakit pendidikan Universitas Bengkulu (Unib) yang merupakan salah satu fasilitas pendidikan dan kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat di provinsi ini.
Acara peresmian ini dihadiri langsung CEO dari Saudi Fund for Development (SFD),
Kemendiktisaintek, Kemenkeu, Bappenas, Kemenkes, Pimpinan Universitas Bengkulu,
Sivitas Akademika, Pemerintah Daerah Bengkulu, dan tamu undangan lainnya.
"Hari ini, kita menandai babak baru dalam sejarah universitas kita dengan adanya Rumah
Sakit Pendidikan kita. Fasilitas canggih ini mewakili era baru kolaborasi, inovasi, dan
perawatan. Visi kita adalah untuk menjadi "Unggul, berbudaya, dan berdaya saing internasional, kaya budaya, dan kompetitif global, sejalan dengan visi Indonesia
2045," kata Rektor Unib, Retno Agustina Ekaputri, di Bengkulu, Jumat (29/8/2025).
Ia mengatakan, rumah sakit pendidikan ini akan mendorong inovasi medis, meningkatkan hasil perawatan kesehatan, dan meningkatkan akses ke perawatan berkualitas. "Kami sangat
senang melihat dampak yang akan diberikannya pada perawatan kesehatan dan pendidikan,
dan kami menantikan untuk berkontribusi pada pertumbuhan dan pembangunan
Indonesia. Selamat kepada semua yang telah mewujudkan visi ini, kita baru saja memulai,"
kata Retno Agustina Ekaputri.
Rektor Unib berharap fasilitas ini dapat menjadi pusat pendidikan dan penelitian yang berkualitas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Bengkulu. Selain itu, juga diharapkan dapat mendukung Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu dalam menghasilkan dokter yang kompeten dan profesional.
Dengan demikian dapat berguna bagi kebutuhan daerah Provinsi Bengkulu, serta mendukung pembangunan di bidang kesehatan melalui pengembangan pendidikan dan penelitian di bidang profesi kedokteran secara terpadu.
Selain itu, dapat memberikan pelayanan kesehatan di Provinsi Bengkulu melalui peningkatan rujukan pelayanan kesehatan tingkat provinsi, kabupaten dan puskesmas serta nantinya
memberikan pelayanan yang memadai dan profesional serta memberikan tambahan pilihan
kepada masyarakat untuk pelayanan rumah sakit, tambah Retno Agustina Ekaputri.
Gunakan Alkes Canggih
Berdirinya rumah sakit pendidik Universitas Bengkulu ini, kata Retno didanai dari dana hibah
luar negeri yaitu Saudi Fund for Development (SFD), Rumah Sakit Universitas Bengkulu
berdiri di lokasi kampus IV Universitas Bengkulu, Jalan Indragiri, Kota Bengkulu.
Rumah Sakit yang akan menggunakan alat kesehatan serba canggih ini, dibangun di atas
lahan seluas 18.429 M2 dengan bangunan rumah sakit terdiri atas 3 blok, dimana 2 blok
setinggi 3 lantai dan 1 blok setinggi 6 lantai.
Blok ini direncanakan untuk ruang poli klinik, ruang rawat inap, ruang manajemen, ruang radiologi, instalasi gizi, instalasi Farmasi, rehab medis, IGD, ICU, ruang operasi dan ruang penunjang lainnya dengan jumlah tempat tidur pasien sebanyak 120 unit,” kata Wakil Rektor Unib Bidang Keuangan dan Umum, Yefriza.
Ia berharap fasilitas ini dapat menjadi aset yang berharga bagi universitas dan
masyarakat Bengkulu, apalagi mengingat wilayah Bengkulu merupakan wilayah
rawan terhadap gempa, maka seluruh gedung dirancang dengan konsiderasi struktur yang
memiliki ketahanan terhadap gempa.
Karena itu, salah satu blok gedung yang menaungi instalasi krusial rumah sakit seperti IGD, ruang operasi, ruang bersalin dan ICU dilengkapi dengan base isolator untuk mereduksi efek gempa terhadap gedung dan diharapkan gedung dapat segera beroperasi kembali segera setelah kejadian gempa.
Rumah Sakit Pendidikan Universitas Bengkulu juga dibangun dengan teknologi anti gempa, yang membedakannya dengan RS lain karena berada di Provinsi Bengkulu yang relatif sering mengalami gempa," tambah Yefriza.