"Dalam pendidikan, khususnya penelitian kami ingin memberikan perspektif bagaimana penggunaan AI bisa sangat membantu proses penelitian. Tentu saja dengan memperhatikan etika yang berlaku dalam penggunaan AI pada penelitian tersebut," jelas Wanner.
Di tempat yang sama, Komite Saintifik SEAAM, Ismail Suardi Wekke mengapresiasi dukungan Pemkab Gowa. Menurutnya, komitmen pemerintah daerah mempermudah SEAAM menjalin kemitraan baru.
“Ekosistem riset tak cukup dibangun oleh sekolah; ia butuh ruang kolaborasi antar sektor. Hari ini Gowa sudah memberi contoh teladan. Tinggal kita perkuat lagi,” ujarnya. (SP.news)