pendidikan

UGM dan Jasa Raharja Jalin Kerja Sama Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas

Kamis, 6 Maret 2025 | 23:04 WIB
Kerjasama anatar UGM dan PT Jasa Raharja. (Humas UGM)

YOGYAKARTA, SUARA PEMBARUAN - Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Jasa Raharja menandatangani Nota Kesepahaman Bersama bidang tridharma perguruan tinggi dalam rangka peningkatan keselamatan lalu lintas dan juga program peningkatan kepatuhan pembayaran kewajiban pemilik kendaraan bermotor.

Penandatanganan piagam kerja sama ini dilakukan oleh Rektor UGM, Prof dr Ova Emilia, bersama Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A Purwantono, Kamis (06/03/2025), di Ruang Sidang Pimpinan, Gedung Pusat UGM.

Rektor UGM,  Ova Emilia menyambut baik terjalinnya kerja sama yang merupakan perpanjangan dari nota kesepahaman yang lalu yang telah menghasilkan safety campaign. “Saya kira ini adalah satu hal yang sangat baik sekali diapresiasi, sesuai sejalan dengan apa yang kami lakukan. Kami mempunyai misi untuk menjadi healthy campus, dan salah satunya memang adalah  safety campaign ini merupakan hal yang komponen yang penting, yang perlu kita jalankan,” ucapnya.

Menurut Rektor, pihaknya membuka peluang dilakukannya link and match dalam bidang pendidikan, riset dan pengembangan SDM. “Bersama Direktorat Penelitian, sangat mungkin mengirimkan tim, staff, dan juga mahasiswa untuk mengkaji dan menganalisis apa yang diperlukan oleh Jasa Raharja,” katanya.

Sementara, Rivan Purwantono menuturkan kerja sama ini tak hanya berfokus pada safety campaign yang ditujukan pada mahasiswa saja seperti kerja sama sebelumnya, namun juga program yang menyasar lebih banyak kalangan seperti dosen dan guru.

Dikatakan Rivan,  belajar dari kasus lalu lintas di Jepang yang semakin menurun secara drastis korban jiwanya semenjak tahun 1970 dari 16.965 jiwa hingga pada tahun 2024 mencapai 2.618. Begitu pun dengan Jasa Raharja pun berniat untuk terus mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas dan juga korban jiwa di Indonesia dengan melibatkan para akademisi. Ia pun membuka kesempatan sebesar-besarnya untuk potensi kerja sama terkait program-program perlindungan dan keselamatan baru di masa mendatang. “KIta ingin program ini tak hanya berfokus pada mahasiswa saja tapi masyarakat yang lebih luas,” ucapnya.

 

 

 

Tags

Terkini