“Mungkin sesekali ada bubur kacang hijau atau kolak, intinya yang jelas sumber komposisi gizinya tetap di mana ada protein, karbohidrat, dan serat,” jelasnya.
Pengemasan Ramah Lingkungan
Mengenai penyajiannya, Dadan juga menjelaskan tentang pengemasan MBG yang ramah lingkungan.
Misalnya dengan menggunakan kantong yang harus dikembalikan lagi ke sekolah untuk mendapatkan MBG keesokan harinya.Baca Juga: Wagub Mian Ajak Seluruh Elemen Bersatu Bangun Bengkulu
“Kantong tersebut harus dikembalikan keesokan harinya untuk ditukar dengan yang baru berisi makanan,” kata Dadan.
“Ini tidak hanya mengurangi sampah, tapi juga melatih kedisiplinan siswa,” terangnya.
Akan Dilakukan Evaluasi Pelaksanaan MBG Saat Ramadhan
Dadan juga mengungkapkan jika akan ada evaluasi yang akan dilakukan saat pelaksanaan MBG.Baca Juga: Isu Pengoplosan Beredar Kencang, Pertamina Tegaskan Kualitas Pertamax Sesuai Spesifikas
Terutama di daerah mayoritas non muslim, apakah akan perlu penyesuaian atau tidak.
Ia mengaku ada usulan yang masuk untuk melaksanakan MBG seperti biasanya.
Namun ada pertimbangan jika di daerah mayoritas non muslim pun ada yang menjalankan puasa.
“Kami akan mengevaluasi setelah berjalan satu minggu untuk melihat apakah diperlukan penyesuaian khusus di daerah dengan mayoritas non muslim,” ungkap Dadan.Baca Juga: Pemprov Bengkulu Terapkan Strategi 4K Stabilkan Harga Sembako pada Ramadan dan Idulfitri 1446 Hijriyah
Kepastian MBG Tetap Berjalan Saat Ramadhan
Dadan pernah memberi pernyataan tentang MBG selama bulan Ramadhan sejak Januari lalu.
“Saya sudah umumkan rasanya bahwa makan bergizi tetap dilakukan pada bulan Ramadhan,” ujar Dadan di Jakarta pada 25 Januari lalu.