UGM–Mayapada Group Jalin Kerja Sama, Sejumlah Keuntungan Strategis Ikut Terbuka

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Kamis, 5 Maret 2026 | 15:05 WIB
Penandatangan Kerjasama UGM dan PT. Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (Doc. Humas UGM)
Penandatangan Kerjasama UGM dan PT. Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (Doc. Humas UGM)

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Universitas Gadjah Mada menjalin kerja sama strategis dengan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk melalui Mayapada Healthcare Group dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta inovasi pelayanan kesehatan. Kolaborasi ini secara resmi disepakati dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang Pimpinan Gedung Pusat UGM, Rabu (4/3).

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyatakan kerja sama ini diharapkan memperkuat ekosistem kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri layanan kesehatan sekaligus mendorong lahirnya inovasi berbasis riset. Menurutnya, sinergi antara dunia akademik dan sektor industri akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Namun di balik kerja sama formal tersebut, terdapat sejumlah keuntungan strategis yang berpotensi diperoleh kedua belah pihak. Bagi UGM, kemitraan ini membuka akses lebih luas bagi mahasiswa kedokteran dan tenaga kesehatan untuk menjalani pendidikan klinik serta pelatihan langsung di jaringan rumah sakit Mayapada. Hal ini berpotensi memperkuat pengalaman praktik mahasiswa sekaligus memperluas jejaring profesional di dunia kesehatan.

Di sisi lain, Mayapada Healthcare Group juga berpotensi mendapatkan akses langsung terhadap sumber daya akademik dan riset dari salah satu universitas terbesar di Indonesia. Kolaborasi ini dapat mempercepat pengembangan teknologi kesehatan, mulai dari riset obat dan stem cell, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan, telehealth, dan big data kesehatan untuk mendukung layanan medis yang lebih presisi.

Dalam bidang pendidikan, kerja sama mencakup program pelatihan calon dokter spesialis Mayapada di kampus UGM serta kesempatan bagi mahasiswa residen UGM untuk menjalani pendidikan klinik di jaringan rumah sakit Mayapada. Selain itu, terdapat peluang pendidikan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan di bidang keperawatan, farmasi, gizi, manajemen informasi kesehatan, hingga program pascasarjana seperti S2 K3, S2 Manajemen Rumah Sakit, dan S3.

Sementara di bidang penelitian, kedua institusi akan bekerja sama dalam riset medis, termasuk uji klinis obat, pengembangan stem cell, serta teknologi kesehatan seperti alat kesehatan, protokol pelayanan medis, hingga penerapan precision medicine.

Kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan layanan klinis berbasis evidence based medicine serta pembentukan pusat layanan unggulan atau Center of Excellence yang terintegrasi dengan pendidikan dan penelitian.

President Director dan CEO PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk, Navin Sonthalia, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah awal untuk membangun sinergi antara institusi pendidikan dan industri kesehatan. Menurutnya, perkembangan teknologi kesehatan yang pesat membuat ekspektasi pasien terhadap kualitas layanan semakin tinggi sehingga kolaborasi lintas sektor menjadi semakin penting.

Ia berharap kerja sama ini tidak hanya memperkuat pendidikan dan penelitian, tetapi juga mampu mendorong inovasi pelayanan kesehatan yang lebih modern dan berbasis teknologi di Indonesia.

Dengan kolaborasi ini, baik UGM maupun Mayapada berpotensi memperoleh keuntungan strategis: UGM memperluas akses praktik dan riset bagi sivitas akademika, sementara Mayapada mendapat dukungan pengembangan teknologi medis dan sumber daya manusia dari lingkungan akademik.

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X