Selain nilai ekonomi, dampak sosialnya adalah peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal, akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan dan pendidikan serta kondisi kehidupan yang lebih baik. Selain itu, wisata bahari mendukung pemberdayaan masyarakat, kesadaran lingkungan dan pelestarian budaya.
Efektivitas kebijakan secara kolaboratif telah menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan kualitas destinasi dan pengelolaan sumber daya, meskipun tantangan seperti koordinasi yang tidak efektif dan kebijakan yang tidak konsisten masih ada ditemukan.
Kebijakan Tidak Konsisten
Kesimpulan penelitian itu menyebutkan, wisata bahari di Sulsel menawarkan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan namun berkelanjutannya terancam oleh masalah koordinasi dan ketidakkonsistenan kebijakan. Strategi pengelolaan yang efektif dan kolaborasi pemangku kepentingan yang lebih kuat sangat penting untuk mempertahankan manfaat ini.
Hasil penelitian tersebut merekomendasikan perlunya infrastruktur dan aksesibilitas, memperbaiki akses ke destinasi pariwisata.
Promosi dan pencitraan merek memperkuat strategi pemasaran untuk menarik lebih banyak pengunjung. Perlunya dibarengi praktik-praktik ramah lingkungan dengan mendorong praktik-praktik pariwisata yang berkelanjutan.
Perlunya koordinasi pemangku kepentingan dengan meningkatkan komunikasi dan koordinasi di antara pemangku kepentingan.
Hal yang tak kalah pentingnya adalah masalah pendanaan yang berkelanjutan, mencari sumber pendanaan alternatif untuk mendukung pengembangan pariwisata.
Selai itu, pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya yang fokus pada pemberdayaan masyarakat lokal dan pelestarian wisata budaya untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang pariwisata bahari. (SP.news).