pariwisata

Peneliti Poltekpar Ungkap Potensi Besar Wisata Bahari Sulsel

Kamis, 12 September 2024 | 16:28 WIB
Dosen Antropologi Unhas Makassar, Muhammad Neil, S.Sos.,M.Si, didampingi moderator Muhammad Arfin Salim,Ph.D dan salah seorang peneliti, Dr. Islahuddin. (Kib)

Makassar - SUARA PEMBARUAN. Wisata Bahari di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk pundi-pundi pemasukan asli daerah dan pengembangan kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

Nilai ekonomi wisata bahari di Sulsel memiliki potensi kontribusi ekonomi tahunan sebesar Rp 195 miliar dengan rata-rata biaya perjalanan wisatawan sebesar Rp 1,3 juta.

Hal itu terungkap dalam pemaparan hasil penelitian yang dilakukan Kelompok Penelitian Institusi Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar 2024 tentang Wisata Bahari Berkelanjutan Sulawesi Selatan Analisis Nilai Ekonomi Pariwisata pada Daerah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, dibuka oleh Dr. Herry R.Widjaja Direktur Poltekpar Makassar, di Hotel Aston, Makassar, Kamis (12/9/2024)

Kelompok peneliti Institusi Politeknik Pariwisata Makassar 2024 yang terdiri dari Dr Islahuddin, Dr. Syamsu Rijal, Nur Salam, Radiana Idrus. AM Yusuf Randy, melakukan penelitian bertujuan untuk menganalisis nilai ekonomi pariwisata bahari di Sulsel dengan fokus pada wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta mengevaluasi dampak sosial dan efektibitas kebijakan kolaboratif dalam lengelolaan pariwisata bahari yang berkelanjutan.

Pemaparan hasil penelitian itu dilakukan melalui focus discussion, melibatkan pembicara dosen Antropologi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Muhammad Neil, S.Sos.,M.Si, didampingi moderator Muhammad Arfin Salim, Ph.D dan peneiliti Dr Islahuddin.

Neil membahas mengenai karakter budaya masyarakat pesisir, kehidupan sosial dan mengungkap kebijakan pemerintah yang belum sepenuhnya berpihak kepada pemberdayaan masyarakat.

Antropolog itu juga membuka ruang tanya jawab yang menarik bagi para peserta yang terdiri dari unsur Pemerintahan, Dispar Makassar, Praktisi Hotel dan Biro Perjalanan serta Akademisi dan Pemerhati Pariwisata.

Latar Belakang

Latar belakang wisata bahari di Sulsel, khususnya di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil, merupakan kontributor yang signifikan bagi perekonomian daerah.
Pariwisata ini memainkan peran penting dalam pelestarian budaya dan kelestarian lingkungan.

Penelitian yang dilakukan Islahuddin dan kelompoknya, mengevaluasi nilai ekonomi pariwisata bahari, menganalisis dampak sosialnya dan menilai efektivitas kebijakan kolaboratif dalam mempromosikan pariwisata bahari yang berkelanjutan.

Penelitian itu mengacu pada tinjauan pustaka bahwa pariwisata bahari diidentifikasi sebagai sektor ekonomi utama di Indonesia yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Pariwisata berkelanjutan menggabungkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk memastikan manfaat jangka panjang.

Literatur menekankan pentingnya kolaborasi pemangku kepentingan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, yang mencakup pemerintah, masyarakat lokal dan keterlibatan sektor swasta.

Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran, mengumpulkan data kuantitatif melalui survey yang mengukur biaya perjalanan wisatawan dan dampak ekonomi pariwisata terhadap masyarakat lokal.

Data kuantitatif dikumpulkan melalui survey yang mengukur biaya perjalanan wisatawan dan dampak ekomomi pariwisata terhadap masyarakat lokal.
Sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dengan para pemangku kepentingan, analisis dokumen kebijakan dan studi kasus destinasi wisata bahari. Data ini digunakan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan kolaboratif dan dampak sosial.

Halaman:

Terkini

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB