pariwisata

Jelang Waisak, Arca Unfinished Buddha di Candi Borobudur Dipindahkan ke Lokasi Asal di Lapangan Kenari

Selasa, 26 Mei 2026 | 20:08 WIB
petugas memindahkan unfinished Budha ke tempat asalnya di lapangan Kenari dok. humas InJourney Mangement

 

Magelang, SUARA PEMBARUAN — Menjelang perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE, pemindahan Arca Unfinished Buddha di kawasan Candi Borobudur resmi dilakukan. Proses ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya, penguatan fungsi spiritual kawasan, serta penataan ekosistem peribadatan yang lebih berkelanjutan.

Arca tersebut dipindahkan ke Lapangan Kenari yang berada di Zona I kawasan Candi Borobudur, tepatnya di area barat daya candi. Lokasi ini berada di antara dua pohon kenari yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi kawasan tersebut.

Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Esti Nurjadin, menyatakan bahwa langkah ini tidak hanya bertujuan melestarikan warisan budaya dunia, tetapi juga menghadirkan ruang spiritual yang lebih representatif dan berkelanjutan.

"Seluruh proses dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai pelestarian cagar budaya, menghormati masyarakat dan adat setempat. Kami ingin memastikan tata kelola kawasan yang berkelanjutan agar Borobudur tetap terjaga sebagai pusat spiritual dan budaya dunia," ujar Esti.

Pemindahan arca dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak, meliputi Kementerian Kebudayaan RI (MCB), Kementerian Agama RI, InJourney Destination Management, para bhikkhu, serta komunitas masyarakat adat setempat. Kolaborasi ini bertujuan memastikan aspek pelestarian dan keberlanjutan situs cagar budaya tetap terjaga.

Prosesi pemindahan juga diwarnai ritual adat dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya, spiritualitas, dan harmoni masyarakat sekitar kawasan Borobudur. Momentum ini menjadi simbol penguatan hubungan antara pelestarian warisan budaya dengan kehidupan spiritual masyarakat yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Sebagai induk holding di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney menilai pemindahan ini sebagai bagian dari penataan kawasan spiritual Borobudur agar masyarakat dapat menjalankan ritual dan aktivitas peribadatan dengan lebih khusyuk.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menjelaskan bahwa Borobudur sebagai candi Buddha terbesar di dunia memiliki peran penting bagi umat Buddha, sekaligus menjadi destinasi pariwisata berbasis budaya dengan nilai spiritual dan sakral yang tinggi.

"Pengembangan Borobudur sebagai destinasi spiritual dan budaya berkelas dunia harus berjalan selaras antara pelestarian warisan budaya, penguatan nilai spiritual, dan pengembangan ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi bersama pemerintah, tokoh agama, dan komunitas lokal, kami ingin memastikan Borobudur tetap lestari sekaligus relevan sebagai destinasi ziarah dan spiritual kelas dunia yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat luas," tutur Maya.

Sementara itu, Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, menjelaskan bahwa pemindahan arca ke Lapangan Kenari dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

"Penempatan arca di area penyangga ritual diharapkan dapat mendukung terciptanya sirkulasi kegiatan spiritual yang lebih tertata, menghadirkan ruang ibadah yang lebih representatif bagi umat, sekaligus menjaga kualitas pengalaman pengunjung," jelas Febrina.

Sebagai bagian dari transformasi kawasan Borobudur menjadi destinasi spiritual dan ziarah kelas dunia, InJourney melalui InJourney Destination Management terus mendorong pengembangan ekosistem pariwisata yang berorientasi pada pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan di kawasan strategis nasional Borobudur.

Tags

Terkini

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB