pariwisata

Eksplorasi Desa Wisata Perancak: Keindahan Sunset, Pelepasan Tukik, hingga Cita Rasa Laut Bali

Selasa, 15 Juli 2025 | 21:53 WIB
Salah satu jenis wisata di Desa Wisata Percancak, melepas tukik yang hanya 3 kali setahun diadakan. (Invest.baliprov.go.id)

Denpasar, SUARA PEMBARUAN - Sekitar 104 kilometer dari Kota Denpasar, tersembunyi sebuah permata wisata di ujung barat Pulau Bali—Desa Wisata Perancak di Kabupaten Jembrana. Desa ini menawarkan ketenangan yang kontras dengan hiruk-pikuk kota, cocok bagi mereka yang ingin menikmati suasana alam yang lebih damai.

Terletak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Negara, Perancak merupakan desa pesisir yang mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan dan petani. Lokasi geografis ini turut memberikan pesona alam yang khas, termasuk pemandangan matahari terbenam yang memesona di Pantai Perancak, dengan latar siluet Pulau Jawa di kejauhan.

Selain panorama senja, desa ini juga memiliki sejumlah atraksi wisata lain seperti Taman Wisata, lintasan motocross, kawasan hutan mangrove, serta aktivitas keseharian para nelayan yang menarik untuk diamati.

Salah satu daya tarik utama di Perancak adalah Tempat Penangkaran Penyu Kurma Asih, yang buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 17.00 WITA. Menariknya, tidak ada tarif tiket masuk resmi—pengunjung cukup memberikan donasi seikhlasnya, baik secara individu maupun rombongan.

Momen paling ditunggu para wisatawan adalah kegiatan pelepasan tukik (anak penyu) ke laut lepas, yang hanya berlangsung pada bulan-bulan tertentu seperti Mei, Juni, dan Agustus.

Bagi yang tertarik dengan wisata spiritual, Pura Gede Perancak bisa menjadi bagian dari perjalanan religi yang ditawarkan dalam paket desa wisata.

Sementara untuk pengalaman kuliner, pengunjung dapat mencicipi beragam hidangan berbahan dasar ikan laut segar, seperti ikan bedetan dan pindang khas Perancak, yang menjadi favorit lokal.

Desa Wisata Perancak benar-benar menyuguhkan perpaduan pengalaman—dari kekayaan alam, budaya, edukasi, hingga kuliner khas Bali yang tak terlupakan.

 

Terkini

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB