pariwisata

Kreasi Tenunan Cora' La'ba di Fashion Week Beautiful Malino 2025

Jumat, 11 Juli 2025 | 22:17 WIB
Kreasi Cora' La'ba tampil di Fashion Week Beautiful Malino 2025, dihasilkan oleh 54 peserta, tampak Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin di tengah peserta.

 

GOWA - SUARA PEMBARUAN - Sarung Cora La'ba kembali mencuat di dunia fashion dan menjadi produk unggulan yang dipamerkan di berbagai acara dan dipentaskan pada peragaan busana khas daerah yang memamerkan berbagai rancangan kreatif, dimodifikasi dengan gaya yang cantik

Cora' La'ba adalah kain tenun khas Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, terbuat dari bahan sutra dengan motif besar, menjadi ciri khas dari daerah ini. Para pengrajin sarung Cora La'ba dapat ditemukan di beberapa daerah di Gowa, seperti Pallangga,  Bontonompo, Limbung dan di berbagai wilayah pedesaan, dikerjakan secara manual menggunakan alat warisan tradisional ATBM (alat tenun bukan mesin).
 
Tenun Cora' La'ba tidak hanya digunakan sebagai sarung, tetapi juga bisa dibuat menjadi kemeja, gaun, blus, dan bahkan tekstil rumah seperti sarung bantal atau sprei, seperti yang ditampilkan para wanita cantik dalam peragaan busana di event Beautiful Malino 2025, Jumat (11/7).
 
Tenun Cor'a La'ba memiliki daya tahan yang baik sehingga bisa dicuci secara teratur tanpa kehilangan bentuknya. Proses pembuatannya yang rumit dan motifnya yang khas membuat kain ini memiliki nilai yang cukup tinggi. 

Kreasi Cora' La'ba ditampilkan lewat Fashion Week Beautiful Malino 2025, dihasilkan oleh 54 peserta yang terlibat, terdiri dari SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa, hingga pemerintah kecamatan. Fashion Week Beautiful Malino ini merupakan kegiatan perdana yang disajikan dalam event pariwisata tahunan tersebut.

Ajang inipun menjadi panggung kreatif bagi pelaku industri fashion di Sulawesi Selatan untuk menunjukkan karya terbaik mereka kepada pengunjung dan wisatawan.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyampaikan bahwa Fashion Week menjadi salah satu bentuk nyata dari tema Beautiful Malino 2025, yakni “Colours of Culture”. Dalam peragaan busana tersebut, ditampilkan motif khas Gowa yaitu "Cora' La'ba", yang dikenal dengan warna-warninya yang mencerminkan semangat, kreativitas, dan identitas budaya masyarakat Gowa.

Hadir dalam acara ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gowa, Suryanti Andy Azis, para pimpinan SKPD dan camat lingkup Pemkab Gowa.

"Kita baru saja memperlihatkan ciri khas Kabupaten Gowa dengan Cora' La'ba yang penuh warna. Ini melambangkan seni desain kita yang mampu bersaing dengan karya desainer dari luar daerah. Keindahan busana dan penampilan para model menunjukkan kekayaan budaya yang layak kita banggakan," ujar Bupati Gowa.

Husniah menyatakan komitmennya untuk menjadikan ajang Fashion Week sebagai agenda tahunan dalam rangkaian Beautiful Malino. Ia menilai potensi besar yang dimiliki oleh SKPD dan kecamatan di wilayah Gowa sangat layak untuk terus dikembangkan dan ditampilkan ke panggung yang lebih luas.

"Insya Allah tahun depan akan kita tingkatkan. Ini menjadi tantangan bagi kami di Pemerintah Kabupaten Gowa. Potensi luar biasa dari setiap SKPD dan kecamatan adalah kekuatan yang bisa kita banggakan melalui ciri khas budaya lokal," tambahnya.

Dengan kehadiran Fashion Week pada Beautiful Malino tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai wadah ekspresi budaya dan kreativitas masyarakat yang semakin berkembang dan membanggakan.

Sebagai bentuk apresiasi, di akhir acara, Bupati Gowa bersama Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham, menyerahkan sertifikat penghargaan kepada para peserta Malino Fashion Week. Penyerahan simbolis dilakukan kepada peserta dari Kecamatan Barombong. (SP.news)

 

Terkini

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB