pariwisata

Puncak Wakila di Muna, Bak Gadis yang Sedang Berdandan

Minggu, 6 April 2025 | 16:47 WIB
Puncak Wakila berada pada topografi yang dikelilingi gugusan bukit karts dan batu kapur, terdapat beberapa gua yang masih alami. (SP.news)

MUNA - SUARA PEMBARUAN - Puncak Wakila, salah satu potensi wisata alam di wilayah pegunungan Desa Kondongia, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai ramai dikunjungi wisatawan, khususnya menjelang hari raya atau saat liburan.

Puncak Wakila berada pada topografi yang dikelilingi gugusan bukit karts dan batu kapur, terdapat beberapa gua yang masih alami. Untuk menjangkau lokasi ini harus melintasi perkampungan penduduk, kebun dan semak belukar serta hutan pepohonan, termasuk pohon jati.

Puncak Wakila bak gadis yang sedang berdandan, seperti dikisahkan La Ode Nsora (40), mantan Ketua Karang Taruna Desa Kondongia yang kini ikut mengelola kios di Puncak Wakila.

Kepada SP.news,  Jumat (4/4/2025) dia mengatakan, geliat pengembangan spot Puncak Wakila berawal dari keterlibatan anak-anak muda pada 2015, mereka selalu mendatangi tempat ini hingga viral di media sosial.

Pada masa itu Puncak Wakila adalah lahan yang hanya digunakan warga sebagai tempat bercocok tanam pada kemiringan lahan, diantaranya jagung, ubi kayu dan tanaman lain yang dapat tumbuh diatas tanah berbatu kapur. Jika musim kemarau hanya tanaman keras yang dapat bertahan yang lainnya meranggas.

Berkat inovasi dan inisiatif dari pemuda dan masyarakat, serta di dukung penuh Kepala Desa La Ode Rahmapo, lahan tersebut disulap sebagai objek wisata baru di Kabupaten Muna. Puncak Wakila dibenahi, menggerus beberapa bukit kapur dengan alat berat, membuat jalan, membuat anjungan dan panggung terbuka memanfaatkan dana desa. Menyiapkan listrik, membangun kios-kios dan berbagai fasilitas, termasuk penyediaan wifi oleh pemilik kios sehingga pengunjung merasa nyaman dan betah berlama- lama.

Di sini banyak spot panorama alam yang indah untuk berfoto dengan latar belakang Kota Raha, pemandangan laut, ada ruang terbuka untuk duduk bersantai, ada hiburan musik karaoke yang memikat pengunjung sambil menikmati kudapan, teh, kopi, aneka jus, gorengan serta menu yang disiapkan oleh pemilik kios, harganya pun murah.

Menjelang senja Puncak Wakila makin ramai pengunjung, di malam hari pemandangan indah tampak dari atas bukit itu, di arah utara terlihat kilauan cahaya lampu dari Kota Raha, di arah timur pantai dengan cahaya lampu bagan nelayan.

Udara malam di Puncak Wakila sangat sejuk, berbanding terbalik jika kita berada di lokasi itu pada siang hari.

Puncak Wakila jadi tujuan karena jaraknya dari Kota Raha sekira 10 kilo meter (km) ke arah selatan, melintasi jalan nasional dan saat berada di Desa Kondongia, berbelok ke kanan, menelusuri jalan perkampungan. Tarif masuknya pun tak membebani, sekedar untuk dikumpul sebagai pemasukan kas desa yang disiapkan untuk membiayai fasilitas tambahan.

Menggerakkan Ekonomi Desa

Puncak Wakila lambat laun menggerakkan ekomomi warga di Desa Kondongia, obyek wisata tersebut membuka peluang kesempatan kerja bagi warga setempat, mulai dari petugas pengatur kendaraan (juru parkir), keamanan, pedagang makanan tradisional, minuman kemasan dan kios-kios.

Kepala Desa Kondongia, La Ode Rahmapo, mengatakan lonjakan pengunjung selama libur lebaran berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat desa.

Para pemilik kios mengaku, dimusim liburan bisa meraup omzet hingga Rp5 juta perhari, sedangkan pada hari biasa mencapai antara Rp1 hingga Rp2 juta.

La Ode Nsora, mantan mahasiswa STIE Nusantara Makassar dan alumni Universitas Terbuka, lebih memilih balik ke desanya untuk membangun usaha dengan membuka kios di Puncak Wakila dari pada bertarung di rantau.

Halaman:

Terkini

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB