Gereja Santa Maria Bunda Allah Ditetapkan Jadi Paroki Mandiri
Semarang, SUARA PEMBARUAN – Gereja Santa Maria Bunda Allah Paroki Administratif Plamongan Indah Semarang, akhirnya resmi ditetapkan menjadi paroki mandiri. Penetapan tersebut dilakukan dalam misa yang dipimpin langsung Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko Pr, Sabtu (25/1/2025).Baca Juga: Pastikan Distribusi LPG 3Kg Tepat Sasaran Pertamina Perkuat Peran Pangkalan
Hadir dalam penetapan tersebut, romo kuria KAS, Vikaris Kevikepan Semarang Romo Wito Karyono Pr, serta sejumlah romo dari paroki di Semarang, seperti dari BSB, Banyumanik, Sambiroto, Banjardowo, hingga Gubug Purwodadi.
Sukacita ratusan umat yang hadir terungkap dalam pernyataan vikaris paroki Romo Laurentius Bondan Pujadi Pr.Baca Juga: Belajar dari Belanda, Komisi III DPR Segera Susun RUU KUHAP Baru
“Sukacita yang besar bahwa hari ini 25 Januari 2025, kita seperti bayi dalam kandungan Elisabeth yang melonjak kegirangan, mendapat kabar berita Bapa Uskup tercinta mendirikan paroki baru, yaitu Paroki Santa Maria Bunda Allah Plamongan Indah di Semarang. Semoga kegembiraan ini menggerakan kita untuk bertumbuh dan berkembang bersama, terlebih kehadiran kita di tengah Perumahan Plamongan Indah, Mranggen dan Pucang Gading,” ujar Romo Bondan.Baca Juga: Antisipasi Penyebaran PMK, Dinas Peternakan Bengkulu Usulkan Bantuan Vaksin Puluhan Ribu Dosis
Uskup Agung Robertus Rubiyatmoko Pr mengucapkan selamat atas penetapan tersebut.
“Saya mengucapkan selamat, proficiat, derek bingah, manghayubagya atas peristiwa yang sangat istimewa ini.
“Setelah lama berjuang selama 2 tahun mempersiapkan diri, akhirnya bisa dikepyake, ditetapkan jadi paroki mandiri, dipisahkan dari paroki Sendangguwo,” ungkap Uskup.Baca Juga: Romo Aloys Budi Purnomo Resmi Diutus Jadi Sekretaris Komisi HAK KWI
“Selama dua tahun kita berjuang bersama-sama untuk membuktikan bahwa kita bisa berkembang. Bertumbuh bersama menjadi sebuah paguyuban yang guyub rukun dan santosa,” imbuhnya.
Uskup menyampaikan, jika dilihat secara fisik, masih banyak kekurangan, tapi tidak mengurangi sukacita bagi umat.Baca Juga: Konser Ndarboy Genk di Boyolali, Jadi Konser Syukuran Kemenangan Luthfi-Yasin
“Yang utama bagaimana kita membangun diri sebagai paguyuban umat beriman, yang sungguh-sungguh guyub, rukun dan akhirnya sentosa. Inilah modal dasar. Selama 2 tahun saya melihat paroki ini sangat berkembang luar biasa,” tegasnya.
Menjadi paroki, lanjut Uskup, tidak lain menjadi gereja yang utuh. Tubuh itu satu, namun terdiri atas banyak anggota, yang saling mengandalkan.Baca Juga: Pesta Rakyat HUT Kabupaten Kepahiang Berlangsung Meriah Dihadiri Ribuan Masyarakat