nasional

RSUD Dr Soetomo Sukses Lakukan Pemisahan Kembar Siam Asal Ngawi

Selasa, 14 Januari 2025 | 14:55 WIB
Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, Surabaya. (Ist)

Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, Surabaya, sukses melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam atas nama Azizah Syafa dan Azzahra Syafa berusia 8 bulan.

Kembar siam yang dialami Azizah dan Azzahra tergolong  jenis kembar siam _ischiopagus_ yang terjadi pada area panggul bayi. Jenis ini tergolong langka. Berkat kerja sama tim dokter selama kurang lebih 18 jam, bayi kembar asal Ngawi ini selamat.

Direktur RSUD Dr. Soetomo Prof Cita Rosita Sigit Prakoeswa mengatakan, pemisahan bayi kembar siam Azizah dan Azzahra melibatkan 126 tim medis. Pemisahan bayi kembar siam yang dialami Azizah dan Azzahra memiliki kesulitan khusus karena panggul dempet, maka tulang belakang isinya saraf dan menjadi kesulitan.

Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu operasi pemisahan serta perawatan Azizah dan Azzahra. Khususnya tim dari RSUD Dr. Soetomo, Pemkab Ngawi dan Bank Jatim.

"Kami bersyukur RSUD Dr. Soetomo sebagai _top of mind_ masyarakat Indonesia dalam penanganan bayi kembar siam, salah satunya bayi kembar siam atas nama Azizah dan Azzahra," ujarnya saat pelepasan kepulangan bayi di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Senin (13/1/2025).

Ia, mengatakan, sebagai rumah sakit tersier terbesar dan terlengkap di Jawa Timur dan Indonesia Timur, RSUD Dr. Soetomo telah merintis program kesehatan penanganan bayi kembar siam sejak 1975.

Maka ia menaruh kepercayaan besar bahwa penanganan di sini probabilitas keberhasilannya tinggi. Secara keseluruhan, rumah sakit milik Pemprov Jatim ini,  telah menangani 131 kasus bayi kembar siam. 

"Hal ini menunjukan konsisten RSUD Dr. Soetomo sebagai rumah sakit rujukan khususnya pemisahan bayi kembar siam," ujarnya. Perawatan selanjutnya akan dilakukan di fasilitas kesehatan RSUD Ngawi.

Adhy memastikan,  perawatan hingga pasca operasi, biaya ditanggung oleh Bank Jatim. Sebab, operasi pemisahan kembar siam tidak termasuk skema BPJS kesehatan. Sehingga untuk operasi kembar siam pisah panggul yang berdempetan, Pemprov Jatim meminta perawatan, menginap, operasi termasuk biaya dokter dan obat selama 3,5 bulan nol rupiah.

Pasca operasi, bayi kembar akan dibawa dan dirawat di RSUD Ngawi. Kepada tim medis, Adhy berpesan untuk memperhatikan tumbuh kembang bayi kembar sehingga mereka tumbuh dengan normal baik secara fisik dan emosional.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jatim, RSUD Dr. Soetomo, Bank Jatim dan seluruh jajaran dokter yang bekerjasama secara luar biasa.

Menurutnya, sinergi pembiayaan bisa dicover oleh CSR bank Jatim di kabupaten Ngawi. Yang mana, kata Ony, dialihkan untuk pembiayaan proses pemisahan kembar siam senilai Rp 600 juta.

" CSR tidak melulu untuk infrastruktur melainkan membantu keselamatan jiwa menjadi hal yang tidak boleh ditinggalkan," ungkapnya. (SPnews/TK)

 

Tags

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB