nasional

Refleksi Akhir Tahun, Pj Gubernur Jateng Ungkap Capaian Kinerja 2024

Selasa, 31 Desember 2024 | 18:06 WIB
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana

Semarang, SUARA PEMBARUAN – Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana menyampaikan refleksi dan evaluasi atas kinerja tahun 2024, seiring dengan tutup tahun.

Evaluasi capaian kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini sebagai upaya mempersiapkan diri untuk menyongsong kinerja ke depan.Baca Juga: Kubu H. Surianto Menggugat ke BAKI, Munas PSTI Tahun 2024 Versi Asnawi Cacat Hukum

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, yang telah bersinergi dan mendukung pembangunan Jawa Tengah dengan lancar,” kata Nana di kantornya pada Selasa, 31 Desember 2024.

Refleksi akhir tahun ini penting untuk dilakukan; tidak hanya untuk melihat sejauh mana kinerja dan capaian yang telah dilakukan selama setahun terakhir, tetapi juga sebagai upaya untuk merancang strategi pembangunan pada 2025.

Dalam kesempatan itu, Nana menyampaikan indikator makro pembangunan Jawa Tengah tahun 2024 yang menunjukkan tren positif.

Dalam pertumbuhan ekonomi, perekonomian Provinsi Jawa Tengah pada triwulan III 2024, tumbuh positif 4,93 persen Year on Year (YoY). Sedangkan inflasi pada November 2024 sebesar 1,33% year on year.

Upaya mengatasi pengangguran juga telah menuai hasil. Tingkat Pengangguran Terbuka pada 2024 mencapai 4,78% pada Agustus 2024. Persentase itu mengalami penurunan 0,35% dibandingkan dengan pada 2023 yang mencapai 5,13 %.Baca Juga: Panen Perdana Padi di Papua Pegunungan

”Capaian ini lebih baik dari Tingkat Pengangguran Terbuka Nasional yaitu 4,91%,” kata Nana.

Senyampang dengan itu, tren penduduk miskin juga mengalami penurunan. Pada Maret 2024 penduduk miskin sebesar 10,47% atau sebanyak 3,7 Juta orang. Angka ini turun 0,30% di bandingkan periode Maret 2023 yaitu 10,77%. Angka Kemiskinan ekstrem pada 2024 diestimasikan turun 0,22% menjadi sebesar 0,89% dibanding 2023 sebesar 1,11%.

Pada capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Jawa Tengah masuk ke dalam kategori tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat IPM Jawa Tengah tahun 2024 mencapai 73,87. Kondisi ini tumbuh 0,65 persen atau meningkat sebesar 0,48 poin dibandingkan capaian tahun 2023 yang sebesar 73,39.

Di bidang infrastruktur, Pemprov Jateng memastikan, 91,19 persen kondisi jalan provinsi sudah berstatus mantap pada akhir triwulan III tahun 2024. Begitu juga dengan jembatan, yang mencapai 81,68 persen.

Pembangunan dan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat tidak mampu juga terus digenjot. Hingga 2024, Pemprov Jateng berhasil merenovasi total 1.071.002 unit RTLH. Khusus tahun ini saja, RTLH yang direnovasi sebanyak 17.325 unit. Jumlah tersebut tersebar di 35 kabupaten/ kota.Baca Juga: Pertamina Patra Niaga dan Polda Sulsel Perkuat Kerjasama untuk Pemenuhan BBM, Pelumas dan Dukungan Distribusi Energi Tahun 2024

"Ini untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Di samping itu, agar masyarakat mempunyai motivasi yang kuat, untuk meningkatkan taraf hidup mereka,” katanya.

Untuk mencegah terjadinya banjir dan menjaga ketersediaan air tanah saat musim kemarau, Pemprov Jateng mengebut pembangunan embung. Sebanyak 76 embung telah terbangun di seluruh wilayah Jateng. Pemprov Jateng membangun jaringan distribusi utama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Pemalang-Batang-Pekalongan (Petanglong), tepatnya di Kabupaten Pekalongan sepanjang 4,70 km dan Kota Pekalongan sepanjang 3,70 km.

Halaman:

Tags

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB