Duet Anak ‘Kolong,’ Gerak Cepat Wujudkan Swasembada Pangan

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Kamis, 19 Desember 2024 | 19:50 WIB
Presiden Prabowo menjuluki Andi Amran Panglima Pangan dan Jenderal Agus Subiyanto Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). (Ist)
Presiden Prabowo menjuluki Andi Amran Panglima Pangan dan Jenderal Agus Subiyanto Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). (Ist)

Pemalang –  Dua panglima hari ini berkolaborasi untuk mengejar swasembada pangan yang ditargetkan Presiden Prabowo secepat-cepatnya, yakni Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang kerap dijuluki Presiden Prabowo Subianto sebagai “Panglima Pangan”dan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI)  Jenderal Agus Subiyanto.

Kolaborasi ini terbilang menarik karena keduanya berasal dari keluarga TNI atau yang lazim disebut ‘Anak Kolong’. Mentan Amran adalah putra seorang Sersan Mayor (Serma), sedangkan Jenderal Agus merupakan putra Sersan Kepala (Serka).

Dengan pendekatan kepemimpinan keduanya yang terkenal cepat dan berani, duet Panglima Pangan dan Panglima TNI ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian swasembada pangan.

Mentan Amran pun mengapresiasi inisiatif TNI dalam mewujudkan swasembada pangan, antara lain dengan mengembangkan penangkaran benih unggul. Salah satu hasilnya adalah benih padi unggulan “Sinar Mentari,” yang sedang dikembangkan di atas lahan seluas 500 hektare.

“Ini luar biasa karena TNI betul betul prima, bukan saja slogan tapi ini adalah kerja nyata,”ujar Mentan Amran saat ditemui seusai kunjungan kerja bersama Panglima TNI Jenderal Agus di Kodim 0711 Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (19/12/2024).

Mentan Amran juga menyebut bahwa semangat prajurit TNI menjadi contoh upaya semua komponen bangsa saat ini dalam mendukung visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ia pun memastikan akan membantu penyerapan hasil penangkaran benih yang dikelola TNI, khususnya di Pemalang.

“Semua hasil dari penangkaran ini akan diserap dan distribusikan untuk ditanam di 100.000 hektare. Perizinannya maksimal satu minggu sudah selesai,” terang Mentan Amran.

Di tempat yang sama, Asisten Teritorial Panglima TNI Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya menambahkan bahwa TNI secara adaptif mendukung akselerasi swasembada pangan melalui program teritorial yang menyasar seluruh wilayah Indonesia. Di Pemalang saja, TNI telah mengelola 500 hektare lahan, yaitu 250 hektare ditanami padi dan sisanya jagung.

“Insya Allah panen mulai bulan Januari mendatang. Kami tidak hanya melindungi kedaulatan negara, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan bangsa, termasuk ketahanan pangan,” jelas Mayjen Novi.

Mayjen Novi menegaskan bahwa peran TNI tidak hanya untuk melindungi kedaulatan negara, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan bangsa, termasuk melalui upaya mendukung swasembada pangan. (SP.news)

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X