Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Lembaga penyiaran public Televisi Republik Indonesia TVRI, menyelenggarakan ekspose atas capaian yang diraih dan penting sebagai informasi atas kontribusi TVRI di tahun politik yang sangat dinamis.
Ekspose ini dihadiri oleh jajaran penyelenggara Pemilu diantaranya Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja; Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, Idham Kholik; Sekretaris Konferensi Waligereja Indonesia, Romo Paulus Christian Siswantoro; Ketua Panwasrah PON, Mayjen TNI DR. Suwarno; Kepala Mewakili National Paralympic Council, Komet Akbar; Kepala Biro Data, Komunikasi dan Informasi Publik KemenPAN RB, Mohammad Averrouce; Dewan Pengawas dan Direksi LPP RRI, Dewan Pengawas dan Direksi LKBN Antara, serta mitra TVRI.
Disampaikan langsung oleh Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno, capaian penting pertama adalah penyelenggaraan Debat Pilkada sejumlah 429 kali yang berlangsung di berbagai provinsi, kota dan kabupaten di seluruh tanah air, dengan total 429 debat melalui kanal 2 TVRI (TVRI Daerah) dan 10 Debat melalui kanal TVRI Nasional.
“Ini adalah jumlah debat terbesar yang pernah diselenggarakan oleh lembaga penyiaran tanah air sepanjang sejarah.”, ungkap Iman Brotoseno.
Setengah Nekat
Iman Brotoseno juga mengungkapkan bahwa TVRI sebenarnya setengah nekat dalam pelaksanaan siaran langsung debat pertama Calon Presiden dan Wakil Presiden tahun ini. “Debat pertama Calon Presiden dan Wakil Presiden hanya berjarak empat hari dari jadwal resmi KPU.”, jelas Iman.
Pada saat itu, KPU sebenarnya telah menunjuk konsorsium pelaksana debat yang terdiri dari sejumlah televisi swasta. “Namun tidak satupun yang berani, karena waktunya terlalu pendek,” lanjut Iman.
TVRI kemudian mengambil risiko ketimbang jadwal Pemilu secara nasional harus mundur. Demi menyelamatkan demokrasi Indonesia, TVRI mengemban tugas dan tanggungjawab yang besar tersebut disertai semua risikonya. Dengan persiapan yang serba diburu waktu, TVRI sukses menyiarkan debat kandidat Capres-Cawapres. Pilpres terselamatkan, demokrasi Indonesia tetap terjaga di jalur positif. Karena debat kandidat Capres-Cawapres tersebut merupakan unsur penting dalam proses penyelenggaraan pilpres. Sukses debat tersebut kemudian menjadi tolok ukur bagi stasiun televisi lainnya dalam mendukung penyelenggaraan debat kandidat putaran berikutnya.
Siaran Misa Suci Paus dari tiga negara
Kontribusi penting lain yang dilakukan TVRI adalah menyiarkan kunjungan Paus Fransiskus di tiga negara di kawasan Asia Pasifik pada 3-6 September 2024. Umat Katolik di kawasan ini telah menunggu kedatangan Bapa Suci mereka selama 30 tahun sejak kunjungan terakhir. Umat Katolik sangat antusias atas kunjungan ini, namun mereka menghadapi kendala, diantara jarak yang jauh dan perbatasan antar negara.
“Ketika Misa dilaksanakan di Jakarta, banyak warga di Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste menyatakan kekecewaannya karena tidak bisa mengikuti misa suci. Atas permintaan pemerintah dan untuk membantu ibadah umat Katolik.”, jelas Iman Brotoseno.
Karena itu, TVRI turut menyiarkan Misa Paus dari tiga negara, yakni ketika misa suci di Jakarta, Dili Timor Leste dan Port Moresby serta kunjungan Paus di Vanimo Papua Nugini.
TVRI obati rindu warga Aceh tontan Laga Bola
Penampilan tim sepak bola Provinsi Aceh pada PON XXII ternyata sangat dirindukan warga Aceh - Medan. Pada PON yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara, penampilan tim sepak bola Aceh sempat menimbulkan kehebohan. Karena pada laga pertama, mereka mengandaskan tim sepak bola Banten dengan skor 3-2. “Sayangnya laga bola tersebut yang tidak ada yang menyiarkan. Karena hak eksklusif pertandingan bola PON dipegang oleh salah satu grup televisi swasta yang tidak memiliki jaringan terestrial di Aceh. Hal ini menyulut warga Aceh mendemo kantor TVRI Stasiun Aceh.”, ungkap Direktur Utama LPP TVRI.