Yakobus menunjukkan bahwa jika seseorang mengaku beriman tetapi tidak melakukan perbuatan baik atau tidak peduli dengan kebutuhan orang lain, maka imannya tidak akan berguna. Iman yang tidak disertai dengan perbuatan baik dianggap mati, karena iman yang hidup akan selalu mendorong seseorang untuk bertindak sesuai dengan ajaran Kristus.
Momentum gerobak Gemati yang dirilis bertepatan di tanggal 17 November sangatlah tepat. Karena pada hari ini diperingati sebagai Hari Orang Miskin Sedunia atau World Day of the Poor.Baca Juga: Peran Media Massa Dibutuhkan untuk Mengedukasi Masyarakat Terhindar dari Jerat Pinjol Ilegal
Hari ini dicanangkan oleh Paus Fransiskus pada tahun 2017, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang kemiskinan dan ketidaksetaraan sosial yang dialami oleh jutaan orang di seluruh dunia.
Selain itu, hari ini juga menjadi momen untuk mengajak masyarakat dan komunitas global untuk lebih peduli, memberikan bantuan, serta berupaya mengurangi ketimpangan sosial.Baca Juga: Raih Gelar Doktor Kehormatan dari UNNES, Irwan Hidayat: Saya Belajar 108 SKS di Universitas Sido Muncul
Tema setiap tahunnya biasanya berbeda-beda, tetapi umumnya berkaitan dengan pemberdayaan orang miskin, solidaritas, dan membangun dunia yang lebih adil.
Pada 2024, fokus perayaan ini juga bisa terkait dengan isu-isu ketidakadilan sosial, krisis ekonomi global, dan dampaknya terhadap orang-orang yang kurang beruntung.Baca Juga: Tindak Lanjut Debat ke-2, Ahmad Luthfi Realisasikan Jamban Gratis untuk Warga
Peringatan ini mengingatkan kita akan pentingnya mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan memperjuangkan hak asasi manusia bagi mereka yang terpinggirkan.
Selain itu, ini juga merupakan ajakan untuk lebih peduli terhadap sesama dan mengimplementasikan perubahan yang konkret dalam kehidupan sehari-hari.*