Bali, SUARA PEMBARUAN – Sebagai wilayah destinasi populer dan mendunia, Bali membutuhkan berbagai pilihan moda transportasi yang mampu mendukung pergerakan wisatawan, dengan demikian, pesawat-pewasat berbadan kecil dan khususnya produk dalam negeri, menjadi pilihan yang tepat untuk mewujudkannya.
Seperti yang dilakukan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama Pemerintah Provinsi Bali, bertempat di booth “Aviation Ecosystem For North Bali”, PTDI meresmikan sejumlah kesepakatan untuk membangun ekosistem dirgantara di Bali.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan Framework Agreement mengenai Pengembangan Ekosistem Industri Kedirgantaraan di Provinsi Bali Untuk Mendukung Transformasi Ekonomi Kerthi Bali.
Dihadiri langsung oleh Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal dan Direktur Utama PT Jamkrida Bali Mandara, I Ketut Widiana Karya, disaksikan oleh Deputi Bidang Ekonomi Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti, PJ Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya dan Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, langkah itu juga merupakan kelanjutan dalam rencana jangka panjang, yaitu sebagai langkah strategis untuk mendukung program Transformasi Ekonomi Kerthi Bali tersebut. Seperti diketahui, semuanya itu diupayakan bersama oleh Pemprov Bali dan Pemkab Buleleng, dimana PTDI mendorong inisiatif pengembangan ekosistem dirgantara di Bali Utara dengan memanfaatkan pesawat hasil karya anak bangsa, yaitu jenis pesawat N219, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan khas di lokasi wisata.
Pesawat karya anak bangsa yang saat ini juga sedang dipamerkan di area static display BIAS 2024 (Bali International Air Show), bukan saja menjadi simbol pertumbuhan sektor dirgantara nasional saja, tetapi juga akan berperan penting dalam meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan/ pemerataan ekonomi di Bali, terutama dalam eksplorasi wisata di Bali bavian utara.
Bersamaan dengan itu, PTDI juga meresmikan sejumlah perjanjian kerja sama dengan beberapa industri terkait yang memainkan peran pentingnya masing-masing dalam pengembangan ekosistem dirgantara di Bali Utara. Dituangkan dalam kesepakatan Framework Agreement, PTDI dengan Bali International Flight Academy (BIFA) sepakat bekerja sama untuk kegiatan pelatihan kedirgantaraan (aviation training); PT Mulya Sejahtera Technology (MS Tech) untuk kerja sama pembangunan fasilitas MRO pesawat terbang; dan PT Nusantara Turbin &Propulsi (PT NTP) untuk kerja sama pembangunan fasilitas MRO engine & propulsion.
Pada kesempatan yang sama, PTDI juga memperoleh komitmen untuk pembelian sebanyak dua (2) unit pesawat N219 oleh PT Indo Aviasi Perkasa. Dengan demikian, persiapan untuk mewujudkan daya dukung layanan wisata di wilayah Bali. (*/humas PTDI)