Ia menyatakan selama lima tahun ke depan akan berusaha mengaplikasikan janji kampanye. Khususnya untuk empat daerah yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang.
"Nanti kita lebih fokus pembangunan kemasyarakatan, tanpa hal itu akan sulit khususnya pemalang, kabupaten pekalongan, kota baru batang. Ada level level yang harus kita pertimbangakan untuk prioritas, tapi semuanya akan tersentuh. Itu semua yang terus saya pikirkan," jelasnya.
Selama lima tahun ke depan, pria yang akrab disapa RB itu bakal menjadi 'Bapak'nya warga Jateng, khususnya Dapil X Jateng. Dirinya siap mengawal aspirasi masyarakat Jateng. Keinginan Rizal untuk terjun ke politik bukan tanpa alasan.
“Karena kita kalau di politik itu ada perasaan gimana, misalnya harus merubah sesuatu, misalnya kalau di jalan macet, itu hati saya suka engga suka, ingin saya merubah ini harusnya bagaimana, ini bagaimana, namun saya tidak bisa ngomong, harus kita duduk. Harus kita duduk (dalam politik) itu poinnya, harus kita duduk untuk bisa ngomong buat merubah keadaan,” jelasnya.
“Dapil X itu banyak masalahnya, khususnya di Pemalang karena termasuk daerah yang harus banyak diperhatikanlah, kawasan industrinya, untuk desa-desanya seperti apa, banjir kalau di Pekalongan. Batang juga ada, tapi saya mau lihat dulu nih, kawasan industrinya benar-benar untuk rakyat atau bukan buat rakyat. Ntar kita lihat, kalau bukan buat rakyat nanti kita akan keras,” imbuhnya.
Baca Juga: Priska Adnan: Tingkatkan Ketahanan Pangan Keluarga, Atasi Stunting
Masalah rob yang terus-menerus terjadi di Pekalongan dan Pemalang juga menjadi perhatian utama Rizal.
“Pekalongan rob engga selesai selesai, di pesisir Pemalang juga masih banyak rob,” tambahnya.
Rizal juga memiliki rencana besar untuk mengembangkan UMKM dan ikon desa di daerah pemilihannya.
“Yang ingin dirubah adalah ikon desa, ikon desa itu sangat penting untuk kemakmuran, untuk berikutnya SDC (Skill Development Center) kemudian kawasan industri. Tapi poin awalnya saya ingin UMKM dan ikon desa itu bisa dijadikan satu prioritas dulu,” jelasnya.
Baca Juga: Kenali Mobil Tangki Agen BBM Industri Resmi Pertamina dengan QR Code
Ia percaya bahwa dengan fokus pada pengembangan UMKM dan ikon desa, ekonomi lokal akan tumbuh lebih baik.
“Kalau untuk SDC mungkin baru bisa dua tahun ke depan, tidak bisa langsung. Kalau rob harus ada studinya alasan banjirnya seperti apa. Itu hasil diskusi dengan teman teman, nanti kita teliti lagi karena dananya besar,” lanjutnya.*