Yogyakarta, suarapembaruan.news – Menghormati momen Hari Suci Nyepi yang jatuh di tanggal 11 Maret 2024, PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan dan Ratu Boko menutup destinasi wisata Candi Prambanan pada Senin (11/3/2024) mulai pukul 06.00 WIB hingga Selasa (12/3/2024) pukul 06.00 WIB.
Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Febrina Intan saat memberi keterangan pers di Prambanan, Selasa (05/03/2024) memaparkan, umat Hindu di seluruh Indonesia akan menyambut ritual sakral yang penuh dengan nilai-nilai spiritual dan filosofis di kawasan cagar budaya Candi Prambanan, dengan dua agenda utama, yaitu Tawur Agung Kesanga pada tanggal 10 Maret 2024 sehingga destinasi Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan, juga melakukan penutupan destinasi dengan mengambil tema “Prambanan dalam Sunyi” di tanggal 11 Maret 2024.
“Aktivitas seni budaya ini tidak tertutup hanya bagi umat Hindu semata, namun juga terbuka bagi semua pihak yang ingin turut menyaksikan laku tradisi bernapas spiritual serta menebar nilai-nilai universal,” paparnya.
Intan juga menjelaskan TWC sebagai Indonesia Heritage Management berkomitmen penuh dalam pengelolaan destinasi heritage and culture yang berkualitas dan berkelanjutan. Terdapat empat pilar pengelolaan destinasi wisata yang dilakukan oleh TWC, yaitu edukasi, konservasi, spiritual dan pariwisata.
"Penutupan Candi Prambanan saat perayaan Nyepi ini merupakan kali kedua sejak kami lakukan tahun lalu. Penutupan Candi Prambanan ini sebagai wujud toleransi dan menjunjung kebhinnekaan. Nilai toleransi ini kami utamakan dan bukan hanya transaksional," ujar Febrina Intan.
Meski saat libur hari raya keagamaan sering dikaitkan dengan berwisata, dan mampu mendongkrak kunjungan wisata, namun TWC memilih untuk mengambil kebijakan lain.
"Kami akui kalau selama ini perayaan Nyepi memberikan nilai keuntungan yang besar sekali tetapi bagi kami yang paling penting adalah nilai dari toleransi. Itu jauh lebih berharga dari nilai transaksional yang kami peroleh," jelasnya.
Kebijakan untuk menutup destinasi Candi Prambanan tersebut, lanjutnya, juga sebagai upaya mengenalkan kepada masyarakat bahwa umat Hindu tidak hanya berada di Bali tetapi juga di daerah lain termasuk Jawa. Di sekitar Candi Prambanan, bahkan ada sekitar 120.000 umat Hindu dan setidaknya terdapat 40 Pura.
Ditambahkan General Manager Prambanan dan Ratu Boko, I Gusti Putu Ngurah Sedana, kearifan lokal umat Hindu di Jawa akan dihadirkan dalam perayaan Nyepi tahun ini. Misalnya, petugas akan mengenakan pakaian bregada dan berkuda untuk menjaga Candi Prambanan selama perayaan Nyepi.
Sebelum perayaan Hari Raya Nyepi, akan digelar prosesi Tawur Agung Kesanga. Dalam prosesi ini pengunjung bisa ikut membaur, dalam tari-tarian ataupun saat momen hadirnya gunungan, ogoh-ogoh. Ada sekitar 15.000 umat yang diperkirakan hadir pada prosesi Tawur Agung tersebut.
"Pengunjung Candi Prambanan juga bisa berbaur dengan mengikuti tari-tarian persembahan saat Tawur Agung. Pengunjung juga bisa ikut menggotong gunungan, ogoh-ogoh, yang disiapkan oleh panitia," katanya.
Sementara Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (WBT) mengatakan pelaksanaan Nyepi 2024 mengusung tema 'Sat Cit Ananda untuk Indonesia Jaya'. Puncak perayaan Hari Nyepi adalah gelaran Dharmasanti Nasional yang dilaksanakan pada minggu keempat April 2024.
Sebelum Hari Nyepi, umat Hindu sudah melaksanakan rangkaian kegiatan secara nasional sejak 2 Maret lalu. Dilanjutkan kegiatan Tawur Ageng Kesanga pada tanggal 10 Maret di Lapangan Wisnu Candi Prambanan. (*)