Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan petugas pemeriksa hewan kurban yang bertugas melakukan pemeriksaan ante mortem maupun post mortem di 38 kabupaten/kota di Jatim.
Total petugas yang disiagakan terdiri dari 950 dokter hewan (medik veteriner), 1.500 paramedik veteriner, 145 pengawas bibit ternak, 75 pengawas mutu pakan, serta 1.997 Juru Sembelih Halal (JULEHA) bersertifikat.
Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Oarawansa, seusai meninjau langsung ketersediaan hewan ternak sapi Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Minggu (24/5/2026).
Ditegaskan, seluruh ternak kurban yang beredar juga telah mendapatkan pengawasan kesehatan melalui vaksinasi, penerapan biosecurity, serta pengobatan ternak secara berkala di seluruh wilayah Jawa Timur.
Ternak-ternak tersebut juga sudah terjamin kesehatannya karena telah dilakukan vaksinasi, biosecurity dan pengobatan ternak di seluruh wilayah provinsi ini.
Stok Berlebih
Ia, memastikan stok hewan kurban, khususnya sapi, tidak hanya mencukupi kebutuhan masyarakat Jawa Timur, tetapi juga siap memenuhi permintaan dari luar daerah.
Berdasarkan laporan dinas peternakan kabupaten/kota, total ketersediaan ternak kurban tahun 2026 mencapai 2.055.978 ekor. Jumlah tersebut terdiri atas 629.119 ekor sapi, 940.693 ekor kambing, 484.468 ekor domba, dan 1.698 ekor kerbau.
Sementara proyeksi kebutuhan ternak kurban di Jatim pada Idul Adha tahun ini diperkirakan 427.060 ekor. Rinciannya 70.550 ekor sapi, 297.900 ekor kambing, 58.600 ekor domba, dan 10 ekor kerbau.
Menurut gubernur momentum Idul Adha tahun ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian peternak dan mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat sektor peternakan.