nasional

UGM Kembangkan Tes Kognitif AJT untuk Perkuat Layanan Asesmen Psikologi Berbasis Riset

Senin, 18 Mei 2026 | 10:41 WIB
Serah terima AJT dari PT MCI Dok. Humas UGM

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada resmi menerima pengalihan Hak Ekonomi Tes Kognitif AJT dari PT Melintas Cakrawala Indonesia melalui penandatanganan perjanjian yang berlangsung di Ruang D-506 Fakultas Psikologi UGM, Kamis (7/5). Penandatanganan dilakukan oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., bersama Direktur PT MCI Kevin Soetikno, serta disaksikan para pendiri, tim pengembang lintas generasi, dan akademisi senior yang terlibat sejak awal pengembangan AJT.

AJT merupakan tes kognitif yang mulai dikembangkan sekitar tahun 2011 sebagai respons atas kebutuhan instrumen asesmen kognitif yang lebih kontekstual untuk masyarakat Indonesia. Berbeda dengan tes kecerdasan konvensional yang umumnya menghasilkan satu skor IQ, AJT dikembangkan berdasarkan teori CHC (Cattell-Horn-Carroll), yakni kerangka ilmiah modern mengenai inteligensi manusia yang dinilai komprehensif dan terus diperbarui melalui riset.

Melalui pendekatan tersebut, hasil asesmen AJT tidak hanya berupa angka, tetapi juga profil kognitif yang dapat menggambarkan kekuatan maupun hambatan individu secara lebih rinci. Tes ini dapat diadministrasikan secara individual dengan durasi sekitar dua hingga lima jam dan penggunaannya diperuntukkan bagi psikolog yang telah tersertifikasi.

Direktur PT MCI, Kevin Soetikno, menyampaikan bahwa pengalihan hak ekonomi AJT dilakukan atas dasar keyakinan bahwa Fakultas Psikologi UGM memiliki kapasitas untuk melanjutkan pengembangan instrumen tersebut. Menurutnya, AJT diharapkan dapat terus berkembang dan terpelihara dengan baik di bawah pengelolaan UGM.

Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, menegaskan komitmen fakultas untuk melanjutkan pengembangan AJT secara berkelanjutan. Pengembangan tersebut mencakup pembaruan sistem, pelatihan pengguna, hingga eksplorasi inovasi lanjutan agar pemanfaatannya semakin luas di bidang layanan asesmen psikologi.

Rahmat menyebut pengalihan ini menjadi tahap baru dalam pengelolaan AJT di bawah Fakultas Psikologi UGM sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut bagi instrumen psikodiagnostika yang dirancang dan dibangun di Indonesia.

Dalam proses pengembangannya, Fakultas Psikologi UGM diketahui telah terlibat sejak tahap konseptual, penyusunan instrumen, hingga standardisasi AJT. Pengembangan tersebut mendapat dukungan dari Yayasan Dharma Bermakna yang kemudian dilanjutkan oleh PT MCI. Selama lebih dari satu dekade, Yayasan Tahija melalui Yayasan Dharma Bermakna dan PT MCI mendukung AJT melalui investasi riset, pengembangan instrumen, pembangunan aplikasi, serta kolaborasi dengan berbagai ahli.

Dosen Fakultas Psikologi UGM, Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog, menilai AJT dapat membantu psikolog memberikan gambaran yang lebih menyeluruh kepada keluarga terkait kondisi individu yang menjalani asesmen. Ia mencontohkan pengalaman ketika hasil AJT menunjukkan adanya kekuatan spesifik pada seorang anak yang sebelumnya dipandang memiliki banyak keterbatasan. Menurutnya, hasil tersebut memberikan perspektif baru bagi keluarga mengenai potensi yang dimiliki anak.

Selain itu, harapan terhadap keberlanjutan pengembangan AJT juga disampaikan oleh Laurel Tahija selaku Commissioner PT Melintas Cakrawala Indonesia yang pernyataannya dibacakan oleh Kevin Soetikno. Dalam pernyataan tersebut, AJT diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan untuk mendukung kepentingan pendidikan dan masyarakat.

Pengalihan Hak Ekonomi AJT ini sekaligus menandai keberlanjutan pengelolaan instrumen tersebut oleh Fakultas Psikologi UGM dalam pengembangan layanan asesmen psikologi berbasis riset di Indonesia.

Tags

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB