"Ini jadi momen kita memperluas swasembada pangan yang berbasis protein. Kita bisa membuat Plan of Action dari pertemuan kali ini sehingga dalam tiga tahun kita sudah bisa swasembada daging," imbuhnya.
Sedangkan di sektor pertanian, guna mendukung suksesnya GPIPS, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa salah satu solusinya adalah penggunaan alat mesin pertanian (Alsintan) modern seperti combine harvester. Penggunaan teknologi ini terbukti mampu mengurangi kehilangan hasil panen padi atau Losses hingga 11 persen.
"Sehingga kalau misalnya ini bisa mengurangi 10 persen, kalau kita bisa memproduksi 34 juta ton Gabah Kering Panen, maka kita bisa menambah 3,4 juta tanpa harus melakukan ekstensifikasi atau intensifikasi lahan tetapi dengan cara memanennya menggunakan combine harvester," jelasnya.
Ketahanan Pangan
Sementara itu, Wamendagri Bima Arya dalam arahannya menekankan fokus utama Presiden Prabowo Subianto khususnya dalam mewujudkan Ketahanan pangan nasional. Untuk itu, ia bahkan juga mengapresiasi upaya Pemprov Jatim utamanya penganggaran APBD untuk urusan pangan.
Jatim tercatat di posisi kedua sebagai daerah tertinggi alokasi APBD untuk urusan pangan secara nasional setelah DKI Jakarta.
"Kita selalu ingatkan kepada teman-teman di daerah mana komitmennya. Terima kasih Ibu Gubernur atas komitmennya," ucap Bima Arya.
Selain itu, ia juga mendorong agar Kerja Sama Antar Daerah dapat ditingkatkan utamanya yang sifatnya aglomerasi. Bukan tanpa alasan, ia meyakini bahwa Kepala Daerah adalah yang paling tahu bagaimana kondisi daerahnya, sehingga penting agar bisa terintegrasi.
"Mari kita kawal bersama gerakan ini. Mudah-mudahan tetap berlanjut di daerah lainnya. Kemendagri siap untuk mengawal bersama," pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan penyerahan bantuan Alsintan kepada berbagai koperasi, pemberangkatan 25 truk pengangkut beras dengan beragam tujuan yang kemudian diakhiri dengan Pasar Murah bagi masyarakat.