Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Provinsi Jawa Timur, mendominasi prestasi nasional dengan meraih 45.839, yang terdata dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) per 12 Mei 2026.
Jatim unggul atas Jawa Tengah di posisi kedua dengan 45.338 medali. Jawa Barat ketiga 32.160 medali, disusul DKI Jakarta 22.454 medali, dan Sumatera Utara 22.091 medali.
Raihan prestasi berasal dari berbagai ajang kompetisi diikuti pelajar dari seluruh jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, SMA, SMK hingga pendidikan khusus, dari berbagai bidang keilmuan, mulai seni dan budaya, riset dan inovasi, hingga olahraga.
“Capaian tersebut menjadi bukti kualitas unggul pendidikan Jatim serta ekosistem pendidikan yang tumbuh sehat, kolaboratif, kompetitif, dan berkarakter,” ungkap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Rabu (13/5/2026).
Gubernur menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pelajar, guru, kepala sekolah, serta orang tua yang telah berkontribusi dalam membangun budaya prestasi di Jawa Timur.
Ia menilai, salah satu capaian yang patut mendapat perhatian adalah meningkatnya prestasi di bidang riset dan inovasi. Menurutnya, bidang ini berkembang melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang memberikan ruang bagi murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan solutif.
Untuk menjaga keberlanjutan budaya prestasi tersebut, Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan secara rutin menyelenggarakan berbagai Ajang Talenta bagi murid SMA, SMK, dan SLB setiap tahun. Ajang ini menjadi sarana seleksi sekaligus pembinaan untuk menjaring potensi terbaik pelajar Jawa Timur agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Kerja Keras Elemen Pendidikan
Dalam kesempatan sama, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebut, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh elemen pendidikan serta sistem pembinaan yang berjalan secara berjenjang dan berkelanjutan.
Jawa Timur melakukan pembinaan dan pelatihan secara berjenjang, termasuk melalui training center. Ini memberikan dampak signifikan terhadap capaian prestasi di tingkat nasional.
Ia menambahkan, pada tahun 2025 Jatim berhasil meraih empat juara umum ajang nasional yang diselenggarakan Puspresnas Kemendikdasmen, yaitu O2SN, FLS3N, OPSI, dan LKS Dikmen. Sementara pada ajang OSN dan FIKSI, Jawa Timur menempati posisi kedua nasional.
“Kami terus merangkul kabupaten/kota untuk bersama-sama menyiapkan murid terbaik agar dapat berkompetisi di tingkat nasional, sekaligus memperbesar peluang meraih medali,” tegasnya.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh pelajar Jawa Timur untuk terus berkembang, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun dunia kerja.