Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Prestasi Jawa Timur sebagai juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) nasional tiga tahun berturut-turut, lanjut Khofifah, bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari sistem pembinaan terstruktur berkelanjutan.
“Jawa Timur sudah hattrick tiga tahun berturut-turut juara umum LKS. Tentu kita menargetkan tahun ini bisa juara umum lagi. seyogyanya jika sudah hattrick, piala juara umum bisa menjadi milik siswa-siswi Jatim,” ungkap Gubernur Khofifah Indar Parawansa, penutupan LKS Pendidikan Menengah Tingkat Jatim ke-XXXIV di SMKN 12 Surabaya, Kamis malam.
LKS merupakan instrumen penting dalam memetakan sekaligus menjaring kompetensi siswa lintas jenjang pendidikan.
Ia menegaskan, besarnya ekosistem pendidikan menengah dan pendidikan khusus di Jawa Timur merupakan kekuatan nyata yang harus terus dioptimalkan.
Di dalamnya terdapat ribuan guru, puluhan ribu siswa, serta harapan besar yang terbangun dalam satu sistem pendidikan yang terus bergerak maju.
Uang Pembinaan
Meski dihadapkan pada tantangan fiskal tahun 2026 dengan berkurangnya potensi pendapatan daerah sekitar Rp4,2 triliun, dikatakan, keterbatasan tidak boleh menjadi penghalang untuk terus berprestasi.
“Justru dalam keterbatasan lahir kreativitas dan inovasi. Dan kalian sudah membuktikan bahwa prestasi bisa lahir tanpa batas,” ujarnya
Pada LKS Dikmen 2026, para siswa berkompetisi di 56 bidang lomba yang mencerminkan luas dan beragamnya kompetensi vokasi di Jawa Timur, sekaligus menunjukkan adanya ekosistem pembinaan talenta yang berkelanjutan dari daerah hingga tingkat provinsi.
Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi berkelanjutan, para pemenang mendapatkan uang pembinaan, yakni juara pertama sebesar Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta. Para juara pertama akan mengikuti training center (TC) sebagai tahap pembinaan lanjutan untuk menghadapi LKS Dikmen Tingkat Nasional.
Gubernur menegaskan, langkah ini penting agar prestasi tidak berhenti di tingkat provinsi, tetapi terus berlanjut hingga level nasional bahkan internasional.