nasional

Kolaborasi Pengelolaan Sampah Antar Daerah, Hasilkan Energi Baru Terbarukan

Minggu, 29 Maret 2026 | 23:30 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (tengah) bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dalam acara penandatanganan kolaborasi. (IstI

Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, Provinsi Jatim, mencatatkan capaian pengelolaan sampah 52,7 persen. Tertinggi di Indonesia, yang baru 24,95 persen.

Secara nasional masih menyisakan sekitar 66 persen kabupaten/kota yang masih melakukan open dumping. Jawa Timur sudah lebih baik, tersisa sekitar 44,7 persen. Ini menunjukkan progres nyata.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan hal itu saat menyaksikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bersama tujuh Bupati dan Wali Kota di kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (28/3/2026) malam.

Ia, mengajak daerah lain untuk menjadikan Jatim sebagai rujukan dalam pengelolaan sampah nasional.

Disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) berbasis teknologi ramah lingkungan.

Energi Terbarukan

Gubernur menambahkan, kerja sama antar daerah ini bukan sekadar pengelolaan sampah, tetapi bagian dari solusi besar untuk menghadirkan energi baru terbarukan dari sektor limbah. Ini adalah transformasi dari problem menjadi potensi. Yang kemudian diharapkan menghadirkan lingkungan bersih, sehat dan berkelanjutan di Jatim.

Menurutnya, kolaborasi lintas daerah menjadi kunci dalam implementasi PSEL, sejalan dengan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025 yang mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari sebagai bahan baku operasional.

Dari sisi kapasitas pasokan, untuk kawasan Surabaya Raya, total sampah mencapai sekitar 1.100 ton per hari, yang berasal dari Kota Surabaya 600 ton, Kabupaten Gresik 250 ton, Kabupaten Sidoarjo 150 ton, dan Kabupaten Lamongan 100 ton per hari. Lokasi pembangunan PSEL direncanakan berada di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.

Sementara itu, untuk kawasan Malang Raya, total pasokan sampah mencapai sekitar 1.138,9 ton per hari, yang berasal dari Kabupaten Malang 600 ton, Kota Malang 500 ton, dan Kota Batu 38,09 ton per hari. Lokasi pembangunan PSEL direncanakan di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Khofifah menegaskan, Pemprov Jawa Timur akan terus memastikan pelaksanaan kerja sama berjalan optimal, mulai dari koordinasi, monitoring dan evaluasi, hingga fasilitasi penyelesaian kendala lintas daerah.

Tags

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB